Diary Sang Kupu Kupu Malam
Mereka hanya ingin memakai jasa penjajah cinta, kemudian pergi seolah anjing yang telah memakan tulang dari majikannya, begitulah.
“Eh…, bagaimana?
“Kamu lumayan dapat uang semalam?”
Aku bertanya pada Cantika hari itu, menatap wajahnya yang seolah enggan lagi tertidur karena asyik mendengar cerita.
“Yah, lumayan,"
"Hitung-hitung buat beli Make Up atau ditabung buat bayar kosan,”
“Hahahha….Sudahlah...”
Cantika hari itu berkata sembari padaku tertawa terpingkal-pingkal. Aku hanya bisa membalas tertawanya dengan senyuman.