Suami Pengganti Untuk Wanita yang Kucintai
“Buat nyender.”
Mas Hada mendekat. Yang awalnya duduk di hadapan, kini duduk di samping tubuhku. Dia menarik kepala ini sampai bersandar di bahunya, lalu sebelah tangannya mengayun ke belakang untuk mengusap-usap sebelah bahu. “Hidup itu memang seperti itu. Sama keluarga saja sering terjadi salah paham, apalagi sama teman yang beda aliran darahnya. Ingat, kalau lagi marah, mending diam. Kalau mau minta maaf, cukup minta maaf, tanpa menambahkan alasan pun penjelasan. Karena jika kamu memberi alasan dan penjelasan, urusannya jadi makin panjang. Kalau hubungan sudah membaik, adem, baru coba menjelaskan dengan kata-kata yang baik, jangan sampai menyakiti hati.”
“Tapi aku enggak salah, Mas.”
Bab Populer