Ifat
Sebelum kembali mengayuh sepeda ia menyempatkan diri untuk menoleh ke belakang, menatapku, melambaikan tangan, lalu tersenyum.
Senyumnya itu, selalu, mengingatkan aku pada Ainun, dan pada semua kesejatian dalam hidupku. Aku tidak memiliki siapa-siapa, tapi dengan senyum Idah, aku ‘memiliki’ siapa-siapa, juga apa-apa.
“Ifat..”
Sebuah suara dari seorang wanita mengejutkan aku.
********
Bab Populer