Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Si Lesung Pipi

Si Lesung Pipi

Salahku Sudah jelas ini salahku Ayo kita bertemu lagi, harapku Akan kuutarakan semuanya Walau kini itu sudah tidak berarti lagi Aku sudah tahu semuanya Kau membalas tepukanku Aku menangis Dulu aku tidak mengikuti maumu untuk tidak menunggu Senyummu ternyata tidak akan kembali Dirimu kini ada di sana Membawa jawaban dari tanyaku Hangatnya tanganmu Lembutnya suaramu Indahnya lesung pipimu Dimana bisa kutemukan lagi? Ingin selalu bersama, katamu Cemburumu Rasa nyaman itu Bisakah nanti aku melupakan itu? ***
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 225 kali sebagai kata kata dibalik senyumku
Baca
+Pustaka
Katamu Uang Tak Kenal Saudara

Katamu Uang Tak Kenal Saudara

Lalu ada lagi pesan masuk. [Bulik.....] Pesan dari Tio disertai emoticon nangis berderet. Hatiku tergores membaca pesan Tio. Kasihan banget sih kamu, Nang! Kulepaskan mukena yang masih ku pakai kulipat lalu ku letakkan di tempat semula. Aku segara keluar menuju ruang tamu.
7.840.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 854 kali sebagai kata kata dibalik senyumku
Baca
+Pustaka
Bintangku

Bintangku

Tidak lupa dengan segelas anggur yang menemani setiap obrolan mereka berdua. "Lalu bagaimana jika setelah ini aku malah mencintaimu?" Kyla menatapnya lekat beberapa saat dan kemudian kembali fokus dalam acara makannya. "Kalau begitu, itu akan menjadi karma untukku. Aku menjauhkanmu, tapi aku malah mendapatimu berdiri tepat di sisiku. Ya, itu karma."
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai kata kata dibalik senyumku
Baca
+Pustaka
Pacarku Ganteng, tapi Konyol

Pacarku Ganteng, tapi Konyol

GiorgioF : Life is short, smile while you still have teeth Ngakak! Siapa pun yang ngasih gue ini, thx u. Mood gue balik lagi :P Mulai besok gue mau senyum terus biar lo tau kalo gue punya gigi :D Kianna tersenyum melihat postingan itu. Bahagia! Hanya perasaan itu yang bisa menggambarkan isi hatinya saat ini. Rasa kesal serta kecewa pada Andara, mendadak menguap begitu saja, tergantikan dengan rasa bahagia.
1027.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai kata kata dibalik senyumku
Baca
+Pustaka
KEMBALILAH SUAMIKU

KEMBALILAH SUAMIKU

Memberikan senyum fiksi di saat kenyataan sedang mencekik. Saat ini kami hanya duduk berdua, memesan beberapa hidangan dengan senyum kepura-puraan yang sama-sama kita lukiskan. Meski begitu aku tidak lupa ada malaikat yang selalu mencatat tingkah lakuku, mencatat semua dusta yang kulakukan. “Ada apa Nona ingin bertemu saya?” tanya Nana di sela acara makannya. “Aku hanya ingin sedikit berbincang.” Setelah selesai makan aku membuka cadarku memperlihatkan wajahku yang kata orang mirip dengan Lilis Wati, hanya mata amberku yang mirip dengan Yusuf.
6.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai kata kata dibalik senyumku
Baca
+Pustaka
Agnia dan Cermin Pecah

Agnia dan Cermin Pecah

Untukmu yang tidur di balik dinding tipis Aku tahu kau suka pagi yang sunyi Saat kopi susu jahe masih mengepul di cangkir Dan rambutmu masih basah oleh embun Aku tahu kau suka Silverqueen rasa cashew Bukan karena manisnya Tapi karena kacang mede mengingatkanmu pada rumah Rumah yang sudah lama tidak kau pulangi Aku tahu kau takut pada suara keras Pada pintu yang tiba-tiba terbuka Pada langkah kaki yang tidak kau kenal Karena kau terlalu sering dikecewakan oleh orang-orang yang seharusnya menjaga Aku tahu kau menangis saat menonton sinetron
818 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai kata kata dibalik senyumku
Baca
+Pustaka
Hush! No Drama Allowed

Hush! No Drama Allowed

kata Jason padaku. Aku menoleh padanya dengan senyum yang kupaksakan. "Baik. Saya permisi ke workshop dulu." Aku berjalan menuju workshop yang ada di belakang bangunan kantor utama dengan kepala menunduk. Apakah Jason harus menyiksaku seperti ini? Kenapa dia mendekati Anita di depan mataku? Dadaku rasanya sesak sekali. Bukan sesak seperti tidak bisa bernafas, tapi sesak seperti tertimpa beban yang berat. Tenggorokanku tercekat dan mataku mulai berair. Aku segera mengusap air mataku dengan punggung tanganku. Tidak ada yang boleh melihatku menangis di sini! Chin up, Hayu! You've been through the worst. This is nothing. Chin up! (Busungkan dadamu, Hayu! Kamu sudah melewati bagian terburuk dalam
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai kata kata dibalik senyumku
Baca
+Pustaka
Renjana

Renjana

Tanyaku dalam hati. Aku memalingkan wajahku, malu tapi mau, marah tapi senang, bagaimana aku harus menggambarkannya kepad kalian tentang perasaanku sekarang. Semua bercampur aduk tak karuan. Aku kesal tapi kemudian aku tersenyum. Adit berlari mengejar Dito, "Anjing kau ya!" Si "anjing" pun berlari menghindari tinjuan main-main si Adit. Sedangkan dua lainnya masih berdiri di depanku dengan senyum yang....bagaimana ya, senyum yang aneh, sedikit merendahkan, tapi juga senyum yang menggelitik, seolah-olah aku badut yang membuat mereka tak ingin berhenti tersenyum.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai kata kata dibalik senyumku
Baca
+Pustaka
Kamu Duluan Selingkuh, Untuk Apa Menyesal

Kamu Duluan Selingkuh, Untuk Apa Menyesal

Dalam ekspresi wajah putus asa dia tertawa. “Hahahahaha! Lucu sekali! Caterina apa kamu sungguh kekanak-kanakan dan berniat membalas dendam padaku melalui orang-orang di dalam grup? Wanita sialan! Lihat saja, aku akan membalas dendam padamu! Lihat saja dan tunggu saja! Kamu tidak akan pernah bisa kabur dariku!” ***
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai kata kata dibalik senyumku
Baca
+Pustaka
Kejamnya Mulut Suamiku

Kejamnya Mulut Suamiku

Kata-kata Dimas terus berputar tanpa henti di kepalanya, seolah tertanam begitu dalam hingga tidak bisa dihapus. “Dasar kampungan…” “Kucel dan baunya tidak enak…” “Pekerjaanmu hanya buruh jahit, tidak punya masa depan…” “Aku benci dan jijik padamu…” Setiap kali mengingat kalimat-kalimat itu, dada Rina terasa semakin sesak dan matanya kembali berair. Dulu ia selalu bangga dengan tangannya yang bisa menjahit dan menghasilkan uang untuk rumah tangga. Ia pikir itu adalah kontribusi terbaik yang bisa ia berikan.
677 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai kata kata dibalik senyumku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status