Resep Rahasia Sang Pecundang
“Dulu, kau datang padaku mencari kekuatan. Kau dapatkan filosofi kaldu. Kau belajar bahwa rasa sejati lahir dari kesabaran. Tapi ada satu hal lagi yang lebih penting dari kesabaran.”
Mbah Soto membuka matanya, menatap Banyu dan Radit bergantian. “Keikhlasan.”
“Keikhlasan?” ulang Banyu, memberanikan diri bersuara.
“Benar. Ikhlas untuk melepaskan,” kata Mbah Soto. “Kau lihat kaldu ini? Semua bumbu terbaik dari tanah ini sudah masuk ke dalamnya. Ayam terkuat, air termurni. Mereka semua melepaskan sari pati mereka, menjadi satu, tanpa ada yang ingin menonjol sendiri. Jahe tidak berteriak ‘aku jahe!’, serai tidak menjerit ‘aku serai!’. Mereka semua ikhlas menjadi soto. Itulah harmoni.”
Bab Populer