Dermaga Kala
Kala tersenyum menatap Adimas, ia puas melihat raut wajah yang terlihat tidak menyangka itu.
“Kamu tidak perlu repot-repot merasa tidak enak hati. Karena bagi saya, hal-hal indah yang memang diperuntukkan untuk saya, akan terus membersamai bagaimanapun keadaan nya.” Kala berhenti sejenak, terlihat memikirkan kata-kata agar terucap tidak begitu menyakitkan, “Dan, kamu, Adimas. Sudah memilih jalan yang ingin kamu jalani. Jadi karena itu, jangan libatkan saya dalam perjalanan yang tidak saya rencanakan, dan juga tidak ada kamu didalamnya.”
Bab Populer