Pelakormu vs Aku
“Nikmatilah kemenanganmu, Kadita. Kamu sudah dapat Bastian, dan aku dapat kebebasan. Tapi ingat satu hal, pelakor seperti kamu tidak pernah benar-benar menang. Kamu hanya hidup dengan sisa-sisa yang aku tinggalkan.”
Setelah mengatakan itu, Kartini membalikkan badan, melangkah pergi dengan penuh percaya diri. Kadita hanya bisa berdiri di tempatnya, merasa seperti dipermalukan habis-habisan. Tangannya mengepal kuat, matanya berair.
Namun, di dalam hatinya, ada rasa pahit yang sulit dijelaskan. Apa benar ini kemenangan yang ia impikan? Atau justru kekalahan terbesar dalam hidupnya?
Chapitres populaires