Bias Cinta
Sedikit tersipu malu, karena telah menjilat ludah sendiri, “dia itu bakal jadi papa anak-anakku, jadi ya–”
“HA! Papa ANAK-ANAKKU?” Dinda semakin tidak mampu menahan tawanya. “Duh! Yang sudah enak-enak, maunya langsung bikin anak banyak.”
“Tiga doang, Din,” sahut Cinta juga tidak bisa menahan tawa. Ia sampai mengangkat satu tangan sambil mengusap perutnya yang terasa mulai terasa mengeras, “stop, ah! Perutku sampe keram kebanyakan ketawa.”