Ujung Senja
“Ntar Mega pikirin, deh, Ma. Mega males banget. Penginnya main dulu sama teman-teman mumpung belum kuliah. Kalau udah kuliah pasti bakal lama mau ketemu lagi.”
“Iya, sih.” Aku mengerti perasaan Mega.
Dulu, saat perpisahan SMA, aku menangis bersama teman-teman sekelas karena menyadari pertemanan kami pasti tak akan sama lagi. Siak yang kecil saja jarang aku berjumpa dengan teman sekolahku, apalagi Jakarta yang sebesar ini.
“Tapi kamu pasti bete, Meg, kalau di rumah sendirian. Kami tahu, kan, Mama seharian di sini.”
인기 회차