Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tersesat Dalam Pelukan Musuh

Tersesat Dalam Pelukan Musuh

Dengan tangan gemetar, ia membuka ponselnya dan mengetik pesan: "Mama, maaf aku keluar diam-diam. Aku cuma butuh waktu sebentar untuk tenang. Jangan panik, aku baik-baik saja. Nanti aku akan pulang sendiri. Tolong jangan khawatir." Ia menarik napas panjang sebelum mengirim pesan yang sama ke Banyu: " Aku butuh waktu sendiri, Banyu. Jangan cari aku. Aku nggak akan kabur, aku cuma butuh ruang untuk bernapas. Maaf."
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai kata-kata sendiri lebih tenang
Baca
+Pustaka
Penari Kesayangan Putra Mahkota

Penari Kesayangan Putra Mahkota

Katy mencoba menenangkan mereka. "Sudahlah, tenangkan diri kalian jika kita masih tidak bisa memenangkan festival ini. Buatan tim lain juga tidak kalah bagusnya. Seandainya nanti kita kalah anggap saja kita belum beruntung," Katy sebenarnya juga menghibur diri sendiri. Hatinya berdetak ibarat jarum jam.
1012.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 294 kali sebagai kata-kata sendiri lebih tenang
Baca
+Pustaka
GANTENG-GANTENG ANAK PEMBANTU

GANTENG-GANTENG ANAK PEMBANTU

Putus asa karena tidak ada yang bisa kulakukan, kupejamkan mataku sambil coba menenangkan diri. "Jadilah Air, sebesar apapun batu atau arus yang membawanya, ia akan kembali sifat dasarnya, tenang." Kata Kakek terngiang kembali ditelingaku. Akhirnya kucoba untuk memfokuskan konsentrasi dan dayaku untuk menenangkan diri.
8.9356.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.0K kali sebagai kata-kata sendiri lebih tenang
Tampilkan Ulasan (80)
Baca
+Pustaka
Bangfanstory
Saya sudah baca GGAP sampe The Last GGAP dan sekarang lgi proses The Next Sanjaya. Tapi kok saya harus buka kunci Per Bab nya ulang ya. pdahal saya sudah baca semua nya, Parah nih Authornya pdahal dlu saya penggemar Novelnya Sutan Sati sampe semua novel nya sudah saya baca sampe slesai sumpah kecewa
TiSu
suka sama ceritanya. Cerita remaja tapi diselipin peliknya masalah yang sangat serius. gak main2 masalah negara .... Btw kenapa bnyk yg protes koin yak. Yang kuketahui KOIN itu bukan penulis yg menentukan, melainkan tulisannya. Dalam arti KOIN dihitung sesuai jumlah kata, betul kan, Thor....
Baca Semua Ulasan
Sudah Cukup, Tuan!

Sudah Cukup, Tuan!

“Banyak orang bilang saya menyebalkan.” Berusaha sekali aku menahan gemuruh di dadaku sebab sentuhan Tian yang lembut dan tidak menuntut. “Tidak.” Tatapannya lurus menembusku. “Yang paling menyebalkan adalah caramu terus mengecilkan dirimu sendiri sebelum orang lain sempat melakukannya.” Kalimat itu membuat tenggorokanku tercekat. Aku memalingkan wajah cepat. “Sudahlah. Saya benar-benar harus pergi.”
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai kata-kata sendiri lebih tenang
Baca
+Pustaka
Pengasuh Polos untuk CEO Dingin

Pengasuh Polos untuk CEO Dingin

"Oke Jel, kamu tenang." Nozela mencoba menenangkan dirinya sendiri, dia mensugesti pikiran dan perasaannya dengan kalimat penenang. Nozela menarik napas dalam kemudian meghembuskannya panjang, dia melakukannya beberapa kali hingga perasaannya mulai tenang. Drrtt..drrtt.. Nozela berjengit saat ponselnya bergetar di tengah keheningan mobilnya, dia memejamkan mata sambil mengelus dadanya.
108.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 344 kali sebagai kata-kata sendiri lebih tenang
Baca
+Pustaka
My Friendship Story

My Friendship Story

Zella hanya mengangguk-angguk senang. Terkadang diam seribu bahasa itu lebih baik daripada kau melontarkan perkataan dengan berjuta kata tapi dapat menyakiti hati orang lain dan kau harus tahu, suatu saat pun kau akan termakan ucapanmu sendiri. ° ° °
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai kata-kata sendiri lebih tenang
Baca
+Pustaka
Pernikahan tanpa Bahagia

Pernikahan tanpa Bahagia

Ia tersenyum, dan menulis satu kalimat di buku hariannya: > “Cinta yang tenang tidak butuh akhir bahagia. Ia adalah kebahagiaan itu sendiri.” ---
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai kata-kata sendiri lebih tenang
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Bos Sadis

Terjebak Cinta Bos Sadis

“Dulu aku takut sendirian.” “Sekarang?” “Sekarang aku tahu sendirian bukan berarti kehilangan.” Ia duduk di sampingku. “Kedengarannya kamu udah nyaman banget sama diri sendiri.” Aku berpikir sebentar, lalu mengangguk. “Iya.Dan rasanya… tenang.” Kami makan malam seperti biasa. Rumah yang tadinya sunyi kini berisi suara percakapan dan tawa ringan. Tapi aku menyadari sesuatu yang berbeda—
10994 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai kata-kata sendiri lebih tenang
Baca
+Pustaka
Magang Di Pelukan CEO

Magang Di Pelukan CEO

“Tidur nyenyak? Itu tandanya kamu mulai tenang.” Kai melirik Aurel cepat, lalu menunduk ke piringnya. “Kadang yang bikin kita bisa tidur… bukan karena keadaan jadi lebih baik. Tapi karena untuk pertama kalinya, kita tahu kita enggak sendiri,” katanya sambil menyuap kiwi. Oma tersenyum sambil menuangkan teh ke cangkir Aurel. “Itu kalimat paling bijak dari Kai sejak ulang tahun ke-18.”
1040.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 809 kali sebagai kata-kata sendiri lebih tenang
Baca
+Pustaka
Dilamar Adiknya, Dinikahi Kakaknya

Dilamar Adiknya, Dinikahi Kakaknya

“Karena kamu terlalu dengar dunia, dan lupa dengerin diri kamu sendiri.” Tanisha tersenyum tipis. “Mas tahu... sejak hari ini, dunia nggak akan biarin kita tenang.” Langit menatap langit malam yang gelap. “Kalau dunia nggak tenang, berarti kita harus lebih tenang dari mereka.” Tanisha menatap wajahnya lama — dingin, tapi entah kenapa menenangkan. “Mas yakin bisa?” Langit menatap balik. “Saya nggak yakin. Tapi saya akan coba.”
9.75.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai kata-kata sendiri lebih tenang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status