Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!

Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!

Kata-kata itu jatuh perlahan, namun meninggalkan jejak yang dalam dan membuat ruangan itu kembali sunyi. Namun kali ini, sunyi itu terasa lebih berat. Selene akhirnya mengalihkan pandangannya. Matanya tertuju pada jendela besar di samping ruangan, pada cahaya yang masuk tanpa peduli pada apa yang terjadi di dalamnya. Ia menatap ke luar, seolah di sana ada sesuatu yang lebih mudah dipahami dibandingkan dengan orang yang duduk di hadapannya.
9.6409.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15.2K kali sebagai kata kata sunyi dalam kesendirian
Tampilkan Ulasan (85)
Baca
+Pustaka
Raisaa
Halo kakak pembaca semua yg baik hati dn masih setia dgn cerita ini.terimakasih banyak dn terimakasih krn terus mendukung cerita sy. sejauh ini sy Gk kehabisan ide dn ceritanya sesuai alur. terimakasih sy pd kakak semua yg msh berdiri disamping sy utk kawal cerita ini smpe akhir, sabar ya utk alurny
Agis Sat
aku dukung lagi kak..aku harap novel ini bisa masuk top 20,top 10 bahkan top 3.menurutku dirian&selene saling mencintai,mungkin dirian masih berpikir dia mencintai viviene tp menurutku dia mencintai istrinya tp belum menyadari perasaan sendiri.buat hubungan mereka semakin kuat dg konflik.sukses kak.
Baca Semua Ulasan
Mengikuti Kata Hati

Mengikuti Kata Hati

Berbaring tak bergerak di tempat tidur, dia mengerahkan seluruh tenaga untuk mengungkapkan perasaannya. “Karena aku mencintaimu lebih dari diriku sendiri. Ini bukan soal membalas budi, ini hanya tentang mencintaimu, mencintai segala hal tentangmu. Tanpamu, aku merasa seperti mati ....” Mendekati tempat tidurnya, aku menatap matanya yang jernih, hatiku melunak. Namun aku berpura-pura marah, dan berkata, “Aku juga. Kalau kau terluka atau dalam bahaya lagi, aku nggak akan bersedih untukmu. Aku akan mencari kekasih baru ...."
46.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai kata kata sunyi dalam kesendirian
Baca
+Pustaka
SUN TO YOUR NIGHT

SUN TO YOUR NIGHT

Sun menatapnya dengan raut tak paham. “Dan kau pikir hanya dengan bersuara, kau akan membuat suasana menjadi sangat ramai?” Noah tak menjawab, tapi dengan hanya menatap matanya saja Sun sudah tahu apa jawabannya. “Aku belum pernah bertemu dengan orang yang sangat sunyi sepertimu.” “Karena itulah kita bertemu,” ujar Noah tanpa mengalihkan tatapannya. Sun mengerut bingung. “Maksudmu?”
1017.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 524 kali sebagai kata kata sunyi dalam kesendirian
Baca
+Pustaka
Penyamaran CEO Tanaka

Penyamaran CEO Tanaka

Sebelum tidur, ia membuka jendela, menatap langit yang mulai berwarna keperakan oleh sinar bulan. Dan untuk pertama kalinya sejak lama, hatinya terasa sedikit ringan — meski masih sepi, tapi bukan lagi hampa. Kadang, pengasingan bukanlah hukuman. Ia adalah ruang sunyi tempat seseorang belajar mendengarkan hatinya sendiri. Dan di dalam kesunyian itulah, Adrian Tanaka — pewaris yang sempat kehilangan dirinya — mulai menemukan arti baru dari kata “pulang.”
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai kata kata sunyi dalam kesendirian
Baca
+Pustaka
About Me Alshameyzea

About Me Alshameyzea

"Maaf kalau kata-kataku terdengar biasa, tapi aku percaya, sabar bukan tentang menahan rasa sakit saja. Itu tentang percaya bahwa setiap rasa sakit akan membawa kita ke sesuatu yang lebih baik, jika kita tetap bertahan." Kesunyian di antara kami terasa berat, seakan waktu melambat di sudut perpustakaan yang hening itu. Aku memandang jendela besar di samping kami. Sinar matahari yang lembut menembus kaca, membentuk bayangan samar di lantai. Butiran debu yang berkilauan seperti bintang-bintang kecil yang melayang di udara, membawa ketenangan yang kontras dengan perasaan tak menentu di dalam diriku. Aku menghela napas panjang, lalu dengan hati-hati, aku berbicara.
9.62.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai kata kata sunyi dalam kesendirian
Baca
+Pustaka
Gerbang Neraka: Desa Terakhir

Gerbang Neraka: Desa Terakhir

Genta sunyi masih tergantung di tengah desa, berayun lembut tanpa angin, dan setiap dentingnya menggema langsung ke dalam tulang, bukan ke telinga. Para penduduk beraktivitas seperti bayangan. Tak ada suara, hanya gerakan pelan, mata yang berkedip tak yakin, dan tangan yang terus menggenggam benda apapun demi menjaga kewarasan. Raka berdiri di depan rumahnya, memperhatikan sekeliling dengan mata letih. Di sisi lain, Lusi menggigil, berdiri di dekat sumur tua yang kini dikelilingi tali bambu dan jimat kering. Surya telah menulis tiga kali di papan kayu: “Kita tidak sendiri.”
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai kata kata sunyi dalam kesendirian
Baca
+Pustaka
KERUMUNAN ADALAH NERAKA

KERUMUNAN ADALAH NERAKA

bisik Ki Rajendra, suaranya mengalun lirih, "hadir membawa sunyi di tengah hingar. Ia adalah penjaga gerbang jiwa. Bayang-bayang kerumunan tak mampu menjangkau, sebuah benteng terakhir dari riuhnya dunia luar." Sari, Mudra, dan Vanua menatap kartu itu, terpana oleh aura keheningan yang terpancar, seolah bisikan angin malam yang membawa rahasia kuno. Di mata Vanua, kerumunan yang selama ini tampak sebagai lautan riuh, kini terlihat memiliki kedalaman sunyi yang tak terduga, sebuah labirin jiwa yang tersembunyi di balik wajah-wajah yang berdesakan. "Jadi," kata Vanua dengan suara lirih, "kerumunan bukan hanya bising dan menyesakkan? Ada sesuatu yang lain, sesuatu yang tersembunyi di baliknya?"
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai kata kata sunyi dalam kesendirian
Baca
+Pustaka
Si Bodoh yang Luar Biasa (LDN Seri 1)

Si Bodoh yang Luar Biasa (LDN Seri 1)

Pagi sepi, sore pun sepi Siang malam dingin dan sunyi Gelap tanpa sinar mentari Hanya siulan jangkrik berbunyi Aku, di sini seorang diri Melantunkan syair ini Sebagai penggerak hati Memanggilmu tuk menemani Kemarilah! Lihat aku bagai peri Tubuh ramping, cantik, dan wangi Wajah mempesona memikat hati
9.8141.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.4K kali sebagai kata kata sunyi dalam kesendirian
Tampilkan Ulasan (33)
Baca
+Pustaka
Donat Mblondo
Maaf ya... hanya bisa update 1 bab per hari. Semoga kedepannya bisa lebih baik. InsyaaAllah hari ini update agak malam karena sore ini saya ada kegiatan. Terima kasih telah menyempatkan diri untuk membaca cerita ini. Semoga kalian sehat selalu ^^
Alhan Ard
Halo semuanya, izin promosi ya kak. Mampir yuk ke Novel "Aku Menjadi Dewa yang Menjalani Hukuman di Dunia Modern" Dimana menceritakan seorang dewa yang bertransmigrasi di manusia biasa dengan dunia saat ini!
Baca Semua Ulasan
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

Siap untuk sesuatu yang belum ia pahami. Ruang di sekitar mereka menjadi lebih sunyi dari sebelumnya. Bukan sunyi yang tenang. Namun sunyi yang hidup. Seperti ada sesuatu yang bergerak di baliknya. Pelangi menelan ludah. “Apa kita harus ngomong sesuatu?” Aruna menggeleng perlahan. “Tidak.” Sunyi. “Dia tidak butuh kata.” Pelangi diam. Ia mencoba menenangkan dirinya.
940 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai kata kata sunyi dalam kesendirian
Baca
+Pustaka
Serenade Cinta Dibawah Bintang

Serenade Cinta Dibawah Bintang

Kadang cukup hadir. Luna meraih catatan kecilnya dari tas, lalu mencoret sesuatu di halaman terakhir. Ia menuliskan satu kalimat yang terasa seperti simpulan. “Senyap bukan berarti hilang. Kadang, itu hanya ruang agar hati bisa bicara.” Adrian melirik, lalu tersenyum. “Kamu selalu punya cara nulis yang bikin aku mikir lama.” Luna menoleh. “Dan kamu selalu punya cara main gitar yang bikin aku pengen nyanyi.”
101.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai kata kata sunyi dalam kesendirian
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status