Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Karma(penyesalan)

Karma(penyesalan)

Ambil saja kembaliannya untuk menutup mulutmu" Herman bicara sinis sambil melangkah pergi meninggalkan kantin. Ia menuju ke kamar mandi. Tujuannya hanya ingin melihat dirinya di cermin. "Aaah memang benar, aku terlihat seperti seorang yang tak terurus. Pantas saja semua mencemoohku" Dibereskannya rambutnya yang acak-acakan dengan tangannya, ia mencuci mukanya berkali-kali. Setelah dilihat sedikit segar, ia keluar dari kamar mandi dan menuju ruangan Amira kembali.
1054.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai kata kata tentang cermin
Baca
+Pustaka
CERMIN GERBANG CINTA

CERMIN GERBANG CINTA

Ada kengerian Saat Harry masih memikirkan napasnya yang terengah-engah, dia tidak memperhatikan wanita itu menyentuh sebuah cermin unik yang terpajang di dinding dan tertarik masuk ke dalam cermin itu. Harry berusaha menarik tangan wanita itu yang masih dalam genggamannya dengan kedua tangannya melawan kekuatan isap cermin yang sangat kuat, sehingga dia pun mulai ikut tertarik. Dia menggunakan kakinya yang tertahan di dinding sebagai penahan untuk menarik wanita itu, tapi genggaman tangannya pada wanita itu perlahan-lahan terlepas. Dan akhirnya wanita itu terisap penuh masuk ke dalam cermin. “Niiikkkaaa!!!”
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 173 kali sebagai kata kata tentang cermin
Baca
+Pustaka
PARANORMAL CANTIK

PARANORMAL CANTIK

Tanya Arez. "Ya, karena aku sedang berhadapan dengan misteri bayangan cermin, ada pembantai sadis yang muncul dari balik cermin, permukaan cermin selalu bergerak-gerak seperti permukaan air sebelum akhirnya si pembantai sadis itu muncul dari dalam cermin, lalu merenggut korbannya yang ada di depan cermin," Jawab Alena. Lalu Alena menceritakan tentang peristiwa yang dialami Arman dan yang disaksikan oleh Rina beberapa hari yang lalu.
1036.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 935 kali sebagai kata kata tentang cermin
Baca
+Pustaka
Dear Joy

Dear Joy

Kenangan tentang dua sahabat yang saling mendukung dan selalu ada saat aku sedang susah jelas tidak akan terlupa begitu saja. Aku baru saja tiba di dalam kamar. Kupandangi cermin yang ada di sana. Senyumku merekah dengan indah saat memandangi diriku. Ada satu hal besar lain yang berhasil aku lalui dengan baik—aku bangga pada diriku sendiri. “Selamat, Amel. Kamu berhasil melewatkan satu fase yang sangat besar! Ya, tidak bisa ikut wisuda periode ini karena mepet untuk pendaftaran. Ya sudahlah ya … lagipula sama Cintia, hihihi ….”
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai kata kata tentang cermin
Baca
+Pustaka
Kacamata Penakluk Wanita

Kacamata Penakluk Wanita

"Aku tidak punya jawabannya, dan kurasa Tuan juga tidak benar-benar peduli. Jadi, bagaimana kalau kita berhenti mikir berat itu dan mulai mencoba kekuatan kacamata ini di duniamu?" Aku menghela napas panjang, menatap bayanganku di cermin lemari yang retak. Sosok pria tambun dengan wajah kusam dan mata lelah menatap balik. Mahasiswa abadi yang selalu menjadi bahan hinaan para dosen dan junior-juniornya. Perlahan, aku kembali mengenakan kacamata itu.
4.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai kata kata tentang cermin
Baca
+Pustaka
Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku

Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku

Cermin itu bukan sekadar furnitur malam ini; ia adalah saksi, sebuah bingkai yang memaksa Lia untuk menyaksikan penghancuran dan pembentukan kembali identitasnya di bawah tangan Arka. ​Arka mencengkeram rahang Lia, memaksa wanita itu untuk membuka matanya dan menatap lurus ke arah pantulan mereka berdua. "Lihat dirimu, Lia," bisik Arka, suaranya terdengar seperti gesekan logam yang dingin namun sarat dengan hasrat yang menghanguskan. "Lihat wanita yang ada di cermin itu. Apakah kamu melihat sisa-sisa Lia Sanjaya yang membiarkan pria lain menatapnya dengan penuh nafsu di ballroom tadi? Atau apakah kamu mulai melihat apa yang aku lihat—sebuah mahakarya yang hanya memiliki satu pemilik tunggal?
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai kata kata tentang cermin
Baca
+Pustaka
Kacamata Penakluk

Kacamata Penakluk

"Lihat ke depan. Lihat dirimu di cermin itu." Di sudut ruangan, cermin kaca tua memantulkan bayangan kami. Nadia yang terhimpit di antara tumpukan dokumen, tubuhnya bergoyang hebat mengikuti hentakanku. Payudaranya yang montok bergoyang-goyang tak terkendali, kuncupnya yang merah muda menegang sempurna. "Tuanhh," bisik Nadia, matanya yang sipit terbelalak melihat pemandangan itu. "Aku terlihat... ahhh... nakal sekali..."
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai kata kata tentang cermin
Baca
+Pustaka
Kaca yang Pecah

Kaca yang Pecah

Cermin yang retak tidak akan pernah bisa memantulkan kehidupan yang sempurna. Hubunganku dengan Suwanto berakhir di sini. “Lalu... Bisakah kamu memaafkan...?” Perkataan Suwanto terpotong oleh Puspita. “Nona Jennifer, kita bertemu lagi.” Puspita berjalan mendekati Suwanto, menggandeng lengannya dan mengangguk ke arahku. Dia menggunakan riasan yang sangat cantik dan tampaknya hari ini juga merupakan hari baik untuknya.
7.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 287 kali sebagai kata kata tentang cermin
Baca
+Pustaka
Belenggu Rumah Darah

Belenggu Rumah Darah

Mira memperhatikan dengan cermat, meskipun dia tidak tahu apa yang sedang dilakukan Pak Kusuma. "Cermin ini," kata Pak Kusuma sambil memegang cermin kecil itu, "akan menjadi jembatan kita ke dunia mereka. Namun, ini hanya berfungsi sementara. Kita harus bekerja cepat." Mira menatap cermin itu dengan cemas. "Bagaimana kita bisa menemukan Arga di dalam sana?"
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai kata kata tentang cermin
Baca
+Pustaka
Di Antara Dua Dunia

Di Antara Dua Dunia

Bab 39 – Bayangan dalam Cermin Lorong di balik Jantung Dimensi terasa seperti masuk ke dalam pikiran seseorang—segalanya tak beraturan, melengkung, dan penuh gema yang bukan berasal dari dunia nyata. Seo Haneul dan Kael berjalan perlahan, langkah mereka bergema aneh di lantai kristal yang memantulkan cahaya dan bayangan secara bersamaan. Dinding-dindingnya terbuat dari cermin hitam, tetapi bukan cermin biasa—cermin itu bergerak, membentuk ulang bayangan mereka, mencerminkan ketakutan dan ingatan yang terkubur dalam.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai kata kata tentang cermin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status