Sage Benua Longwu
Beruntung tak seorangpun yang tampak menghinanya, meski dalam raut muka saja.
Merasa tak memiliki alasan untuk marah, Yama meledak dalam emosi sesaat. Katanya dengan keras, sementara wajahnya memerah entah karena bengkak babi itu atau karena marah. “Mengapa tak seorang pun dari kalian ikut menyerang Magmar? Aku yang berusaha mencatat poin damage, sementara kalian senang-senang di tempat aman! Lihatlah, aku sampai-sampai terjerembab karena sikap pengecut kalian yang tak mau membantuku!”