Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mutiara Yang Ternoda

Mutiara Yang Ternoda

tanya Tiara. "Bunda mau ngasih sesuatu buat kamu," jawab Sinta kemudia dia mengambil kotak perhiasan dan dia mengambil sebuah kalung berlian yang sangat indah dan tentunya pasti itu sangat bernilai mahal harganya. Dia menyerahkan kalung itu kepada Tiara namun menantunya itu tak serta merta menerimanya.
5.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai kata mutiara hukum dan keadilan
Baca
+Pustaka
PENDEKAR MACAN TUTUL

PENDEKAR MACAN TUTUL

tanya Prabu Kertabhumi setelah sang guru memberitahukan maksud kedatangannya kepadanya. “Benar, muridku, Ananda Prabu. Ananda Prabu harus mengembara untuk melaksanakan darma dan kewajiban Ananda Prabu sebagai muridku. Aku adalah seorang pendekar yang mewarisi ilmu dari eyang gurumu yang juga diembani darma dan kewajiban yang turun temurun, yaitu harus mengembara. Dalam pengembaraan itu Ananda Prabu akan bisa memberikan perlindungan dan keadilan kepada kaum yang tertindas dari perbuatan orang-orang zalim dan tak bertanggung jawab di mana pun Ananda Prabu mengembara,” sahut Ki Raksa Jagat.
8.97.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai kata mutiara hukum dan keadilan
Baca
+Pustaka
Mutiara istri yang dijual

Mutiara istri yang dijual

"itu hukuman untuk kamu yang berfikiran yang tidak-tidak." "lah...aku kan cuman nanya Kaka normal kan?salah ya?" "ya salah Tiara,Kaka itu normal maksud Kaka disini nyaman dengan Dewa karena dia cocok dalam segala hal bukan cocok yang begituan. lagian jika nyari teman yang tulus itu gak mudah,dan lagi dari kecil kami sudah bersama,makanya Sampai besar begini ya tetap bersama." ungkap Wili "nah gitu dong kalau ngom jelas jangan kayak teka-teki silang,sulit banget buat ngerti."
1080.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai kata mutiara hukum dan keadilan
Baca
+Pustaka
Seribu Pintu Sindukala

Seribu Pintu Sindukala

“Hukum dan keadilan itu saling menyokong satu sama lain,” kata ibunya suatu hari. “Tapi, itu semua cuma ada di buku. Nyatanya, keduanya seperti dua sisi mata uang. Apalagi, di negeri koruptif seperti ini, kita harus melewati banyak pintu agar mereka saling bertemu.”
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai kata mutiara hukum dan keadilan
Baca
+Pustaka
Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

“Suara-suara yang tak terdengar telinga, ya?” “Maksudmu?” “Tidak, tida apa-apa. Lalu, bagaimana kasus-kasus aneh di sisi kehidupan lain yang terlihat tidak adil? Bagaimana bisa keadilan berjalan mulus jika kasih sayang tak ada dalam benak penggeraknya? Seperti yang Anda katakan sebelumnya.” “Ya, memang benar. Sayangnya tak semua orang bisa mencampurkan hukum dan kasih sayang. Maafkan kami tentang hal itu.”
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai kata mutiara hukum dan keadilan
Baca
+Pustaka
Mutiara Sang Rahwana

Mutiara Sang Rahwana

Ditinggalkannya kecupan hangat pada kening yang masih menyisakan jejak-jejak keringat itu. “Tetaplah bersinar dan menerangi kehidupanku, Mutiara. Aku hanya akan seperti ini untukmu, untuk cintaku satu-satunya. Takkan ada yang lain lagi. Aku siap kehilangan apa pun di dunia ini, asal itu bukan kamu ataupun Arjuna,” ucap Bima membelai lembut kepala Tiara. Tiara sedikit bergerak membenarkan posisi kepalanya. “Bim, jangan membuatku takut lagi,” ucap wanita yang masih terpejam itu.
1011.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 296 kali sebagai kata mutiara hukum dan keadilan
Baca
+Pustaka
Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!

Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!

“Saya mengakui keberanian seorang anak yang mengungkap kejahatan ayahnya sendiri, meski ia tahu risikonya. Karena itu, saya berdiri di pihak Yang Mulia Putri. Saya mendukung keadilan dan perlindungan untuknya, juga untuk Countess Daphne dan Lady Rocella.” Ia lalu menatap Albert. “Saya yakin Tuan Calveris sependapat dengan saya.” Albert mengangguk tegas. “Hukum Kekaisaran memang pilar utama kita. Namun, keadilan tetap harus ditegakkan terutama saat hukum tidak lagi memberi rasa aman,” ujarnya dengan suara berat.
9.447.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai kata mutiara hukum dan keadilan
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
unknown
author.. tolong dong bangun lagi karakter tegas madeleine kaya di awal.. masa madeleine jadi lunak bgt semenjak bucin sama lucas. masa dia calon ratu diem aja di bully bangsawan rendah di depan mata .. kalo bukan madeleine, paling gak lucas lah tegas sama yg hina istrinya.. huu poor madeleine.
ani
author, saat ini novelmu yg bikin sy semangat beli koin,, asli,, sumpah,, jangan mandeg di tengah jalan ya,, kasih keterangan donk sekedar memberi kabar di komentar kayak beberapa waktu lalu.. biar tdk menggantungkan harapan readermu ini... kl soal reader srg kritik2 alur pasti author sdh kebal kan?
Baca Semua Ulasan
Janda Muda

Janda Muda

jelasnya lagi meyakinkan "Terserah apa katamu Ar. Yang jelas aku tak mau menikahkan anakku, Arinda Mutiara dengan anakmu jika Arinda masih dalam keadaan hamil. Aku tak mau lebih banyak menaggung dosanya. Kita jelas-jelas tau hukum-hukum Islam yang ada. Kita sama-sama lulusan pondok yang sama Ar, kalau kamu lupa"
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai kata mutiara hukum dan keadilan
Baca
+Pustaka
Asmodeus, Si Pembunuh Berantai

Asmodeus, Si Pembunuh Berantai

Claudia membuka lalu membacanya perlahan. "Keadilan harus di tegakkan dengan sendirinya. Ketika Keadilan itu telah di manipulasi oleh keserakahan para penguasa. Maka penghukuman yang adil adalah dengan memanipulasi penegak hukum menggunakan penegak hukum itu sendiri. Asmodeus, The Godslayer" "Memanipulasi penegak hukum menggunakan penegak hukum itu sendiri?" Gumam Claudia.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai kata mutiara hukum dan keadilan
Baca
+Pustaka
Hukum yang Tak Tertulis

Hukum yang Tak Tertulis

Hukum yang sesungguhnya adalah suara hati nurani, keadilan yang hidup dalam setiap langkah manusia. Ia teringat percakapan dengan Bima, anaknya yang polos tapi penuh tanya, yang mengajarkannya kembali tentang arti “hukum yang tak tertulis” — nilai, moral, dan rasa keadilan yang melekat dalam hidup sehari-hari. Hukum itu mengikat bukan karena ancaman, tapi karena kesadaran akan kebaikan dan tanggung jawab.
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai kata mutiara hukum dan keadilan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status