Bidan Mima
Srooot.
Darah beserta air kehijauan muncrat di hadapanku. Jika saja aku tak memakai celemek, pastilah seluruh baju putihku bak habis bermain lumut.
Ah, mekonium. Aku curiga si Ibu salah hitung usia kehamilan. Aku khawatir dengan kondisi janin di dalamnya. Semoga baik - baik saja.
"Yuk, Bu, kita mulai. Dengar aba-aba saya, ya. Mata lihat ke perut, ngedennya dari perut. Bukan leher, pantat jangan diangkat, biar gak ada robekan. Paham?"