KINASIH
Detik berikutnya, Asih mempersilakan tamunya untuk duduk di kursi, sementara Ijah berulang kali meminta maaf atas keadaan rumah tersebut.
Setelah Asih dan si pria kacamata itu duduk berhadapan, Asih kembali mengulang tanya. Jika dilihat dari nomor kendaraan, sepertinya pria itu berasal dari luar kota.
"Saya utusan dari Ibu Mariana. Beliau meminta saya untuk menyampaikan ini, mohon untuk tidak menolaknya."
Pria itu menyerahkan sebuah amplop coklat di atas meja. Dia kembali mengambil sesuatu di dalam tasnya.
Hot Chapters