Sungguh rasanya Zahra begitu kecewa karena selama ini sahabat yang sudah ia anggap seperti saudaranya, ternyata malash menusuknya dari belakang.
“Karena gue nggak suka lihat lo bahagia dan dapetin semua yang lo pengin. Jujur aja, gue iri sama lo. Lo punya keluarga yang lengkap, sedangkan gue? Orang tua gue selalu sibuk kerja dan bahkan nggak punya waktu buat ngobrol bareng anaknya. Sementara lo? Lo terlahir dari keluarga kaya, punya keluarga yang sayang banget sama lo. Punya banyak teman, punya pacar yang baik kayak Fathan. Lo bisa dapetin semuanya, sedangkan gue nggak bisa, Ra!” bisiknya dengan tangisan kecil.
‘Pemikiran lo salah besar, Triani. Gue juga nggak mau terlahir dari
Hot Chapters