Selubung Memori
Mungkin dia juga ingat apa yang terjadi saat menemukanku.
Seburuk-buruknya pengetahuanku tentang gang kecil tempat aku ditemukan itu, aku tahu kalau barangkali bocah kecil delapan tahun itu sudah menetap di dalam dinginnya kegelapan selama berbulan-bulan lamanya. Dengan kondisi yang begitu memprihatinkan—penuh luka lebam, kurus kering, baju compang-camping, wajah kehilangan harapan hidup—mana mungkin aku punya masa lalu yang bisa diingat dengan canda tawa lebar. Aku tidak tahu apa yang terjadi pada orang tuaku, tetapi kalau dibolehkan memilih, aku akan membiarkan ingatan itu hilang, hanya untuk membuat semua memori yang kuukir bersama Aza dan Nenek terus membekas jauh di dalam benakku. Jadi
Bab Populer