Ada kalimat yang sering kupakai ketika berbicara tentang seseorang yang telah meninggal, terutama dalam situasi formal atau ketika berbicara dengan keluarga yang berduka. 'Almarhum' atau 'almarhumah' adalah pilihan tepat dalam budaya kita, karena mengandung makna penghormatan dan doa. Misalnya, 'Almarhum pak Budi selalu dikenal sebagai sosok yang dermawan.' Kalimat ini terdengar lebih halus dibandingkan langsung mengatakan 'yang sudah meninggal.'
Selain itu, aku juga suka menggunakan frasa seperti 'telah berpulang' atau 'kembali ke sisi Tuhan' karena terasa lebih spiritual dan menghibur. Contohnya, 'Ia telah berpulang dengan tenang.' Ini menunjukkan empati dan penghargaan terhadap perasaan orang yang ditinggalkan. Hindari kata-kata terlalu kasar atau langsung seperti 'mati' karena bisa menyakiti hati.