SANG DEWA PENYEMBUH
“Benar itu, Nak Harun. Kan ibu juga sudah membuktikannya. Tapi yang masih membuat Ibu heran sampai sekarang, mengapa ketika Nak Harun yang jual bisa laris sekali. Mereka memuji-muji jika sotonya sangat enak. Dan Ibu juga tadi sempat mencicipi sisa sotonya, eh benar-benar lezat. Batin Ibu, pantesan diserbu oleh para pembeli.”
“Para pembeli bilang begitu?” tanya Ningrum ikut heran.
“Iya, Ning. Bahkan ada yang minta dibungkuskan, tapi sotonya keburu habis.”
“Kok bisa, ya?”
“Mulanya Ibu mikir-nya, mungkin karena yang jual sangat tampan, jadi bisa laris. Tapi ketika Ibu coba cicipi sisa sotonya, ya memang sangat lezat.”
Bab Populer