Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SI KEPALA BATU JATUH CINTA

SI KEPALA BATU JATUH CINTA

"Agar tak ada yang bisa merampasnya. Oma menyerahkan semuanya untuk kalian berdua. Jagalah dengan baik, Oma sudah terlalu tua." Mata ibu mertuaku pun berkaca-kaca. Kami semua larut dalam perasaan haru. *** Sebulan berlalu .... Perusahaan kembali normal. Walau kabar dari Om Brito belum ada perkembangan. Hari ini Dara tak bisa bangun. Katanya kepala terasa berat. "Mas, perutku rasanya seperti diaduk-aduk. Pusing juga," keluh Dara. "Mungkin masuk angin, sayang. Kita ke dokter ya."
106.5K viewsOngoingAdded to Library 167 Times as kepala buntung
Read
+Library
Pendekar Cahaya

Pendekar Cahaya

Cepat sekali di depan aula sudah berdiri seseorang yang memiliki bentuk tubuh lucu, gemuk pendek dengan perut buncit dan kepala gundul, mulutnya tertarik ke samping seperti menyeringai. Beberapa biksu keluar dari dalam kuil dan menemui orang itu. Seorang biksu menyapanya dengan hormat, “Maaf Tuan, siapakah Tuan! dan ada keperluan apa mencari biksu kepala?” “Wuahahaha ... Aku Baroto si Kepala Martil, Subali berjanji padaku untuk bertarung setiap 15 tahun, hari ini aku memenuhi janji itu,” jawab orang itu.
1018.9K viewsCompletedAdded to Library 490 Times as kepala buntung
Read
+Library
Perempuan yang Merengkuh Tabah

Perempuan yang Merengkuh Tabah

tanya Guruh pura-pura belum tahu siapa Bunga. "Saya Bunga, Kak. Ketua regunya Genta bukan saya." jawab Bunga sambil menunjuk Genta yang berdiri tidak jauh darinya. "Baik. Saya punya satu permen buat kalian semua. Karena permennya hanya satu dan kalian ada tujuh orang maka permen ini harus dibagi rata dengan adil. Semua harus kebagian dengan bagian yang sama. Tapi ingat! Permennya tidak boleh dipotong-potong!"
103.3K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as kepala buntung
Read
+Library
Bukan Bunga Bakung

Bukan Bunga Bakung

jelas Retno sambil sekaligus bertanya pada temannya yang juga belum terlampau lama dikenalnya itu. “Oh, ngaten…”, Ranu mencoba menjelaskan dengan membangun kesan tidak sedang bercanda lagi. “Memang betul Kepala bahasa Jawanya Endas. Tapi itu tidak elok, saru kalau untuk manusia sehingga biasanya diganti dengan sebutan Sirah, atau Mustaka yang artinya juga kepala. Tapi kok rasanya tua banget. Lagi pula ini bukan Pati, Solo atau Jogja….jadi ya mungkin lebih enak dengan Endahe biar tampak misterius….”terang Ranu yang tetap tampak sembarangan tapi keterangannya itu dianggap cukup luar biasa, setidaknya buat Diandra begitu pula bagi Retno.
965 viewsOn holdAdded to Library 19 Times as kepala buntung
Read
+Library
Indigo (True Story)

Indigo (True Story)

karena dapat dipastikan orang itu telah melihat sosok si bapak-bapak ini. Aku mendapat informasi dari pedagang disana dan pedagang itu mendapatkan informasi dari mediator yang di "Rasuki" oleh sosok tanpa kepala dan si mediator mencoba membantunya untuk bisa berbicara dengan disaksikan oleh para pedagang disana dan para pembeli, nama si sosok kepala buntung itu adalah Joko. ia meninggal dunia sekitar tahun 1940an akibat pembantaian, malam itu ada penyusup masuk ke dalam rumahnya dan mencoba mengambil barang-barangnya namun si sosok Joko menghadang mereka akibatnya kepalanya di tebas oleh para penyusup itu. ia meninggal sebelum gedung itu dibangun, menurut peda
104.2K viewsOngoingAdded to Library 112 Times as kepala buntung
Read
+Library
Pendekar Pedang Suci

Pendekar Pedang Suci

Banyak prajurit yang penasaran dengan hal tersebut berkumpul di depan gerbang menimbulkan kerumunan yang cukup besar. Kasim Bao tak kalah penasaranya dengan kegemparan itu dan melihat apa yang sedang terjadi. Namun, rasa penasarannya membuatnya menyesal karena begitu dia sampai di depan gerbang, yang pertama dia lihat adalah sebuah kepala tanpa tubuh. Bola mata kepala tersebut melotot ke arahnya, membuat bulu kuduk Kasim Bao berdiri seketika. 'Ke-ketua Hong!' "Turunkan kepala itu!"
9.9122.4K viewsCompletedAdded to Library 4.8K Times as kepala buntung
Show Reviews (34)
Read
+Library
Khoirul N.
Selamat malam, Maafkan penulis yg tidur terlalu lama hingga naskah ini baru up lagi. Jika terasa aneh atau berbeda, maklumin ya. Semoga besok bisa up lagi~ terima kasih bagi sesiapa yg mungkin menunggu cerita ini dilanjut.
Pek Siansu
saran saya buat pembaca. jgn prnhbacq buku yg bab nya 1 per hari. kalian akan kecewa karna tdk akan tamat. alias putus di tengah jalan. kemudia buku yg berseri alias trilogi atau apa. sebab belum tamat yg satu saja sdh sok nulis judul lain. akhirnya tdk kompeten
Read All Reviews
Pendekar Pedang Mirabilis

Pendekar Pedang Mirabilis

Tindakan bodoh kalau bersembunyi di dalam rumah. "Aku ingin bertemu dengan kepala kampung," kata Banga. "Adakah di antara kalian yang ingin menjelaskan?" Banga tidak mengenal kepala kampung, tapi bisa dibedakan dari pakaian ningrat yang dikenakan. Di antara mereka tidak ada yang memakai emblem istana. Banga tidak akan teperdaya jika kepala kampung berpakaian pendekar atau prajurit, karakter pemimpin congkak bisa dibedakan.
101.4K viewsOngoingAdded to Library 34 Times as kepala buntung
Read
+Library
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

“Tolong kami...” Arga mendekat dengan ragu. “Siapa kalian?” Salah satu anak, seorang bayi yang tampaknya berusia tidak lebih dari satu tahun, menunjuk ke dadanya sendiri. Suaranya lirih, hampir tak terdengar. “Kami adalah tumbal.” Arga terdiam. Tubuhnya gemetar mendengar kata itu. “Mengapa kalian memanggilku?” tanyanya, suaranya bergetar.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as kepala buntung
Read
+Library
Pendekar Sinting dari Laut Selatan

Pendekar Sinting dari Laut Selatan

"Apa engkau tidak salah melihat, apa benar orang-orang sakti seperti Ki Rangga Galih, Windu Saketi dan Ki Jaran Palon yang hendak kita minta bantuannya telah menemui ajal dengan cara mengenaskan seperti itu?" Senopati Gagak Panangkaran rangkapkan kedua tangan bungkukkan badan lalu menjura hormat. Selanjutnya dia menjawab. "Ampun gusti adipati. Keadaan yang terjadi disana memang demikian. Saya hanya menemukan bagian tubuh tanpa kepala milik kakek Windu Saketi membusuk di belakang rumahnya. Seorang gadis aneh mengaku berjuluk Penyair Sinting mengatakan pada saya bahwa kepala kakek Windu Saketi tergantung di bawah pohon kapuk bersama dua kepala tokoh penting lainnya." Terang laki-laki itu seada
98.8K viewsOngoingAdded to Library 335 Times as kepala buntung
Read
+Library
Mahkota Yang Terenggut

Mahkota Yang Terenggut

“Aku ini tunangan kakakmu, Andro. Dan kamu… kamu baru saja…” Suaranya terputus. Dia tidak sanggup melanjutkan. Andro menundukkan kepala, menutupi wajahnya dengan satu tangan. Napasnya berat.
101.1K viewsCompletedAdded to Library 24 Times as kepala buntung
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status