TEMAN WANITA AYAHKU
Kenangan lama terlalu tajam, terlalu nyata.
"May, tolong. Sejak berpisah, Ayah makin terpuruk. Ayah nyesel. Tolong kasih kesempatan kedua."
Aku membuka mata dan menarik tanganku perlahan sambil menoleh dan tersenyum dengan gaya yang sering kulihat dari Bunda—senyum yang tenang tapi penuh ironi.
"Kesempatan kedua?"
"Iya. Semua orang berhak diberi kesempatan. Nanti kalau kamu nikah dan bikin salah, Ayah yakin suamimu juga bakal kasih kamu kesempatan kedua."