SELIR HATI
“Kau memang selalu begitu. Tenang, sabar, dan lembut. Tapi tahu tidak, Gita? Justru itu yang membuatku kesal. Dunia ini tidak selalu bisa dihadapi dengan hanya diam.”
Gita menatap Dias. “Kalau saya marah, apa dia akan pulang lebih cepat? Kalau saya menangis, apa rasa sakit ini berkurang? Kadang... diam bukan karena tak peduli, Yang Mulia. Tapi karena tak tahu lagi harus berbuat apa.”
Dias memalingkan wajah, suaranya bergetar. “Kau tahu rasanya ditinggalkan tanpa pamit? Kau tahu rasanya melihat suami sendiri memilih perempuan lain di depan mata?”
Hot Chapters