Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta di Balik Palu Hukum

Cinta di Balik Palu Hukum

Lalu Revan duduk di sampingnya, memetik gitar perlahan. Nada-nada lembut mengalun, sederhana, sedikit sumbang tapi jujur. Raisa menutup matanya, membiarkan suara itu memenuhi ruang kecil di antara mereka. “Revan,” katanya pelan, “kau tahu hal paling indah dari hidup kita sekarang?” “Apa?” “Bahwa kita bisa memilih diam tanpa takut lagi.” Revan berhenti memetik gitar. Ia menatapnya, mengangguk kecil. “Ya… diam yang tidak diselimuti rahasia. Hanya kedamaian.”
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai saat aku memilih untuk diam
Baca
+Pustaka
Dalam Diamku

Dalam Diamku

Ucap Miranda saat itu "Apa yang membuatmu tidak percaya diri jika hatiku yang memilihmu sayang? kamu membuatku merasa nyaman, kamu bisa membuatku merasa bahagia, kamu yang apa adanya membuatku merasa tenang disampingmu" Ucapku "Hm,, mulai deh gombalnya!"
8.545.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai saat aku memilih untuk diam
Baca
+Pustaka
Devano Lauder

Devano Lauder

Di dalam diamnya dia tidak berhenti berkata, "aku bingung, dang mungkin ini jalan terbaik dari Tuhan untuk ku. Dan saat ini aku memutuskan untu diam sendiri saja. ❌
107.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 223 kali sebagai saat aku memilih untuk diam
Baca
+Pustaka
Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Lalu kenapa kau memilih untuk diam? Jawabanku meluncur tanpa ragu. Karena diam adalah opsi yang paling menguntungkan. Tinta hitamku mengotori halaman demi halaman. Aku menjadi saksi atas kelalaianku sendiri. Aku mendokumentasikan bagaimana aku secara sadar membangun tembok ketidaktahuan. Aku merinci momen-momen di mana aku bisa saja bertanya pada Arjuna tentang nasib vendor yang ia hancurkan, namun aku memilih untuk menutup mulut rapat-rapat.
9.472.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai saat aku memilih untuk diam
Baca
+Pustaka
Nyonya Elyse, Yang Mulia Kaisar Menginginkanmu!

Nyonya Elyse, Yang Mulia Kaisar Menginginkanmu!

Senyum yang nyaris tidak terlihat. “Dulu,” katanya perlahan, “aku juga tidak menyangka.” Ia menunduk sedikit, seolah mengingat sesuatu yang sudah lama ia kubur. “Dulu aku berpikir… semua bisa selesai jika seseorang memilih untuk bertahan dan diam.” Ia mengangkat kembali pandangannya dan kali ini lebih tajam. “Namun tidak semua orang berhenti hanya karena kita memilih untuk tidak melawan.”
9.886.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai saat aku memilih untuk diam
Baca
+Pustaka
BEKERJA SEBAGAI ISTRI SIMPANAN

BEKERJA SEBAGAI ISTRI SIMPANAN

"Apapun itu, kita lihat akhirnya nanti." "Mas!" "Sudahlah, aku tidak tahu keadaan yang sebenarnya karena hanya bisa diam di kamar. Lagipun jika bersuara, apa ada yang akan mendengar?" Aku memilih diam.
1016.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 523 kali sebagai saat aku memilih untuk diam
Baca
+Pustaka
Sembilan Tahun Lagi

Sembilan Tahun Lagi

Pun ketika dia berbicara aku lebih sering memilih diam. Aku menghela napas. Sunyi ini semakin pekat saat sore makin jauh dan hari menjemput malam. “Kita jadi pulang?” Akhirnya suaraku terdengar meretakkan dinding sepi. “Memang kamu mau nginap di sini?” Dia menoleh melihatku ketika bertanya. Aku menggeleng sebagai jawaban. See? Aku begitu diam. “Kita jalan habis maghrib aja. Sholat dulu.”
1018.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 718 kali sebagai saat aku memilih untuk diam
Baca
+Pustaka
Putriku Bukan Barang yang Bisa Dipinjam

Putriku Bukan Barang yang Bisa Dipinjam

Namun, ia malah ketakutan sendiri. Ternyata begini ya rasanya melawan sesuatu. Dulu aku selalu menahannya, karena aku pikir diam adalah solusi terbaik untuk masalah apa pun. Namun, mulai hari ini aku tidak akan lagi punya keyakinan seperti itu, kecuali untuk beberapa hal yang memang lebih baik didiamkan daripada harus dipermasalahkan.
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai saat aku memilih untuk diam
Baca
+Pustaka
Cinta Dalam Sangkar Rahasia

Cinta Dalam Sangkar Rahasia

Kalau anak sekecil itu bisa melihat retakannya, mungkin retakan itu memang nyata. Ia berhenti menulis. Menatap halaman putih yang masih luas. Lalu menulis lagi. [ “Aku selalu bilang pada diri sendiri, diam itu bukan berarti kalah. Tapi sekarang aku mulai ragu, diam itu apa? Bentuk pertahanan, atau cara perlahan menyerah?”]
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai saat aku memilih untuk diam
Baca
+Pustaka
Terikat Tatapan Pak Dosen

Terikat Tatapan Pak Dosen

“Dan itu yang membuatku menahan diri sejauh ini. Aku ingin mengatakan ini di waktu yang tepat." Hening. Namun bukan hening kosong. Lebih seperti hening yang penuh pertimbangan. Penuh batas. “Tapi kalau saya terus diam,” katanya lagi, “yang terjadi justru seperti sekarang.” Ia menatap Maorielle dalam. “Kamu menjauh. Aku tidak tahu harus tetap di mana. Aku tidak tahu harus bersikap bagaimana." Kalimat itu kembali. Lebih tenang. Namun lebih jelas maknanya. Tatapannya tidak lagi sepenuhnya menghindar. Khai menghela napas sekali lagi. Lalu akhirnya,
895 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai saat aku memilih untuk diam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status