Jebakan Kemenangan
Seluruh ruangan kembali sunyi, Boga dengan bangga menganggukkan kepalanya dan baru saja hendak melanjutkan pembicaraannya, tiba-tiba terdengar suara seseorang yang memotongnya.
"Aku keberatan!"
Di hadapan semua orang, aku bangkit berdiri.
Senyuman di wajah Boga langsung menghilang. Dia memandang ke arahku dengan bingung. Begitu melihat siapa diriku, ekspresi wajahnya langsung berubah muram.
"Baterai ini memiliki potensi bahaya yang sangat besar, apa kalian semua nggak menyadarinya?"
Aku dengan tegas mengungkapkan fakta tersebut, yang memang sudah kusiapkan untuk menjebaknya.
Bab Populer