Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku
Arvendra terdiam lima detik, seperti sedang menimbang apakah dia akan melanjutkan percakapan ini atau turun dari mobil saja.
“Nama Seventeen, jumlahnya tiga belas. Kamu yakin nggak salah fandom?”
“Udah ah males ngejelasinnya, Mas nggak akan ngerti!” Anindya memelotot, frustasi sekaligus geli.
Arvendra mengangguk pelan, seolah menerima nasib. “Dunia musik kamu rumit juga ya.”
“Mas aja yang generasi jadul,” balas Anindya sambil nyengir provokatif.