NODA
gumamku menyalakan mobil mengikuti taksi Anyelir yang tidak ada pada jalur pulang melainkan ke tempat lain.
Selang beberapa menit, taksi itu berhenti di sebuah TPU dan Anyelir turun kemudian berjalan masuk ke dalam TPU. Aku pun mengikuti. Ya, hari ini aku libur, sehingga bisa melakukan hal seperti ini.
Langkahku terhenti bersamaan berhentinya langkah Anyelir yang terlihat menghentikan langkah dan duduk di sebelah sebuah makam yang tampaknya masih baru, karena papan nisannya belum diganti oleh marmer. Makam siapakah itu? Kucoba menyipitkan mata mata dan fokus pada tulisan yang ada di sana. "Adi Nugroho?" lirihku. Meski jarak kami agak jauh, aku bisa melihat nama Adi Nugroho. Seketika jantungk