Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pungguk Merindukan Bulan

Pungguk Merindukan Bulan

Misi yang tanpa rencana sebenarnya, karena Kama tak ingin sedikit pun menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Ketika Kama berlalu dari hadapannya, Leon hanya bisa membara di dalam. Berkobar-kobar selayaknya api unggun di kemah-kemah. Meskipun demikian, tak sebutir kemarahan pun memercik ke luar, tanda dia benar-benar murka. Belum pernah dia mendapatkan serangan yang sebesar ini. Tak seorang pun berani berhadapan dengannya dalam hal apa pun. Baru Kama. Hanya Kama. "Emh, Kama!" geramnya sambil mengepalkan tinju. "Awas kamu, tunggu pembalasanku!"
105.7K viewsCompletedAdded to Library 119 Times as kie kamado
Read
+Library
Ikrar Dendam

Ikrar Dendam

Jawab Raven. *** Sementara itu, jauh dari markas Kapak Hitam, Abram masih menatap video terakhir Fardan di layar ponselnya. Dua kata terus terngiang di benaknya. Proyek Kabut, nama proyek yang sedang disusun oleh Kapak Hitam yang saat ini menjadi topik serius bagi mereka.
101.0K viewsOngoingAdded to Library 28 Times as kie kamado
Read
+Library
Camelia

Camelia

"Maaf, kalian semua ini seperti petugas sensus kependudukan saja. Nama saya Camelia, biasa dipanggil Lia. Saya ada jadwal wawancara dengan Boss besar kalian hari ini. Doakan agar Saya berhasil diterima bekerja disini, ya?" Lia mengeluarkan killer smile nya, sehingga membuat para bujangan itu megap-megap terpesona. Bahkan ada yang lebay dengan pura-pura sekarat sambil memegangi dadanya. "Aaminnnnnn..." Doa mereka beramai-ramai. Sambil tetap berusaha mendapatkan nomor ponselnya. Laki-laki dan modusnya memang luar biasa!!
1031.7K viewsCompletedAdded to Library 634 Times as kie kamado
Read
+Library
LANGIT KABUT CAMELIA

LANGIT KABUT CAMELIA

toleh Camelia kepada Hida yang sekali lagi harus membuat rokok klinting setelah sebatang yang ia buat dengan hati-hati di­embat begitu saja. “Kalau aku pasti cuma buat penghibur, soale kalau nggak ada aku nggak ada yang bikin gregetan, hihihihi…” tawanya yang ringkih tanpa melukiskan segaris senyuman kadang terlihat menyeramkan. Melihat tak ada satu pun yang ikut tertawa dengannya, Adi memilih untuk beringsut dan bermain rumput di halaman Soegondo. Aku tahu betul Adi adalah seorang keyboardis, yang meskipun dengen kelemahan pandangannya, ia justru memiliki kepekaan terhadap nada lebih tinggi dari kebanyakan orang. “Katanya masih ada dua orang lagi Mas? Kok nggak ada?” Camelia mulai aktif ber
1.7K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as kie kamado
Read
+Library
Sasakala

Sasakala

Tiba di jembata kecil, seorang nenek duduk dibawah seng sebagai atapnya dengan beberapa lukisan yang kanvasnya berbentuk persegi empat. “ Ini namanya Damar Kurung, Nyimas ” “ wah, aku pertama kali melihatnya ! ” Nyimas menjawab dengan mata berbinar. Nenek itu tersenyum ramah menyambut Arka dan Nyimas. Dia sedikit berdiri dengan merapikan dagangannya. “ mbah, aku mau beli damar kurung yang belum dilukis. Ada tidak ? ” tanya Arka “ oh ada nak, sampeyan mau beli berapa ? ”
9.82.9K viewsCompletedAdded to Library 75 Times as kie kamado
Read
+Library
After Akad

After Akad

Kalem bos canda tadi Justin Galang🌹 Iya ihhh kamu mah baperan kaya cewek😔 Jeno Asoy👯 Lagi nongkrong kalo bos, si Nada juga susah di hubungin Gue ganteng (Dimas) Tadi gue ketemu Nada sama cowok lain di mall, kayanya gue kenal cowok itu tapi gue gak ngeh soalnya dia hadap belakang Jeno Asoy👯 Yang bener lo Dim, sampe salah informasi gue mutilasi lo! Niko ajah🌻
107.0K viewsOngoingAdded to Library 159 Times as kie kamado
Read
+Library
Aku ADA

Aku ADA

tuturku. "Jangan khawatir, Kak. Kami juga sedang berkemah, cuma tersesat juga. Dari kemarin putar-putar disekitar sini. Tapi, hutan ini lumayan aman. Tinggal sementara di sini saja bersama Kami." Kenya POV end
102.8K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as kie kamado
Read
+Library
KACAMATA BERDARAH

KACAMATA BERDARAH

KACAMATA BERDARAH Written by David Khanz Part 1 ——————————————————— "Sial!" rutuk seorang lelaki di pinggiran jalan begitu turun dari tunggangan kuda besinya. Dia menatap geram pada ban kempis kendaraan tersebut dengan perasaan kesal. Dengkus pria bernama Rehan itu beberapa kali terdengar, lengkap bersama decak kerucut bibirnya yang hitam di dalam kegelapan.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as kie kamado
Read
+Library
Kamalila (Kama & Kalila)

Kamalila (Kama & Kalila)

"Kama, boleh aku bertanya" Kama mengangguk dan meletakkan sumpit yang ia genggam di atas meja. "Tanyalah" Carla menatap kedua mata Kama dengan begitu intens "Apa yang membuatmu suka padaku? selain bentuk fisikku apa yang membuatmu tertarik" "Karena kamu ceria dan aku terpesona saat melihatmu yang tak pernah berhenti mengumbar senyummu itu pada siapapun"
103.2K viewsOngoingAdded to Library 94 Times as kie kamado
Read
+Library
Penyihir Terhebat di Dunia Lain

Penyihir Terhebat di Dunia Lain

Ledek burung camar itu sambil menutupi mulutnya dengan sayap. “He-hei! Kau menghinaku?” Azura mulai kesal dengan respon si burung camar. “Tenang, tenang. Aku tidak akan berbuat jahat kepadamu. Perkenalkan, namaku Camaro.” Kata burung itu sambil mengulurkan sayap kanannya yang dipenuhi bulu putih bersih. “Camaro?” “Hm hm, Ca-ma-ro, namaku Camaro!” tegas sang burung camar.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as kie kamado
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status