Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Karma(penyesalan)

Karma(penyesalan)

Diintainya Amira dengan sebelah matanya, dan_ "DORRR" Satu tembakan telah keluar dari senjatanya. Ia sudah nekad untuk menghabisi Amira. Rasa cemburunya yang begitu kuat membuatnya kehilangan akal. Ia tak memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Yang ingin ia lakukan sekarang hanyalah melihat Amira yang mati tak bernyawa.
1054.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai killer
Baca
+Pustaka
Choice

Choice

Rasanya benar-benar tersiksa. ***** ***** ****
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai killer
Baca
+Pustaka
YOU

YOU

Andiradira Oke, gue sebentar lagi sampe. Aluna memainkan smartphone nya untuk mengusir rasa bosan, membuka aplikasi I*******m dan melihat-melihat postingan teman-temannya di dunia maya. Berselang 5 menit kemudian Andira terlihat memasuki coffee shop, gadis itu mengenakan gamis hitam dan khimar navy bermotif bunga-bunga. Aluna tersenyum dan melambaikan tangan, Dira yang melihat itu pun langsung menghampiri Aluna. “Assalamu’alaikum” Sapa Dira.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai killer
Baca
+Pustaka
Unexpected

Unexpected

cibirnya kembali sambil terkekeh dan menggelengkan kepala. “Shut up!” hardik Hans dan melayangkan tatapan tajam kepada Felix yang terkekeh. Felix tidak terintimidasi mendengar hardikan atau tatapan tajam Hans, ia malah semakin menertawakan kepayahan sahabatnya tersebut. “Semoga saja jalang itu tidak lupa memakaikan pengaman pada senjata kebanggaanmu,” ujarnya. “Kamu berada dalam bahaya jika sampai kalian melakukan seks tanpa pengaman dan seandainya jalang tersebut menderita penyakit kelamin,” imbuhnya dan bergidik ngeri. “Tapi kamu tidak usah mengkhawatirkan itu, Hans. Setahuku wanita-wanita penghibur di kelab malam milik Zack semuanya bersih,” sambungnya menenangkan.
9.838.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 801 kali sebagai killer
Baca
+Pustaka
HEAVY

HEAVY

ucap Renata sambil meraih remot TV dari tangan kanan Tara dan menekan tombol off. "Bae, kamu tahu teori bahwa demam dapat cepat turun dengan metode skin to skin?" Renata mengerutkan keningnya. "Itu hanya berlaku untuk bayi, Tara." Tara menggeleng, "Tidak, kalau tidak percaya sini buktikan!"
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai killer
Baca
+Pustaka
Klandestin

Klandestin

Yang bernama Daksa berucap sembari dua jarinya membentuk tanda kutip. "Maksudnya?" "Iya, Tari, Bestari si lesbi." Mendengar ucapannya Barata tak terima, ia dengan cepat memukul wajah cowok bernama Daksa itu. "Anjir!" Daksa tak terima. Ia balik membalas Barata, satu pukulan mendarat di sudut bibir Barata. Mereka tak mau mengalah, keduanya berusaha saling pukul, Nuraga yang melihatnya panik. Dia berteriak minta tolong, tangannya berusaha memisahkan mereka berdua.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai killer
Baca
+Pustaka
FATED

FATED

Kurasa inilah akhir dari semuanya. Hal terakhir yang dapat kudengar dan kulihat sebelum kesadaranku menghilang adalah sebuah kaleng bir kosong yang terjatuh dari jok sebelah. Dan, lagu Smells Like Teen Spirit yang mengalun dari radio bagai lagu kematian, diiringi suara sirene polisi yang bergema dari kejauhan. Aku mendengar semuanya hingga kesadaranku menghilang sepenuhnya.
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai killer
Baca
+Pustaka
Black Shadow

Black Shadow

jawabnya kemudian. Panggilan pun dimatikan. Kekesalan semakin tampak di wajah Yuna yang cantik. Dia benar-benar menyesal menerima misi itu. Meski mendapatkan bayaran mahal, tetapi dengan resiko yang luar biasa. "Sial!! Brengsek!! Kenapa lelaki itu sampai tahu aku pembunuhnya dan ahhh kenapa bisa tahu secepat ini," umpat Yuna tiada henti.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai killer
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status