Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ibu Susu untuk Madu Suamiku

Ibu Susu untuk Madu Suamiku

“Oke. Aku pergi sekarang. Tunggu aku!” “Mm-hm. Terima kasih… Julian. Aku tunggu.” Kira tersenyum meski ia tahu Julian tidak akan melihat senyumannya. Panggilan berakhir. Kira mulai merasa kegerahan. Ia mengipasi lehernya menggunakan kedua tangan, lalu tiba-tiba… Kira teringat pada kipas angin portable pemberian Kai. Ia merogoh benda kecil itu dari dalam sling bag. Lalu tercenung saat menatapnya.
9.350.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai kipas apa yang nunggu
Tampilkan Ulasan (15)
Baca
+Pustaka
Langit
bagus banget, ngaduk2 emosi tapi kalo dilihat dari ciri khas penulis kayanya mau disakitin model apapun bakalan rujuk sih kyak 4 novel yg terdahulu, terlalu muluk sama ngelunjak ga sih kalo aku minta buat akhir cerita kira sma kai ini sad ending aja ga usah bersama. kira terlalu baik.
lullaby dreamy
demi apa ini nyakitinnya brutal bgt dr cerita² yg prnh kak ocha buat . baru baca sinopsis aja udh kpengen lambaikan tangan kearah kamera . bgtu udh baca ke 10 bab, fix lgsg kibarkan bendera putih..gak kuaatt T.T trlalu nyakitin hati bacanya, lead malenya brengsek luar biasa . nunggu tamat aja sptnya
Baca Semua Ulasan
Me and My Broken Pieces

Me and My Broken Pieces

Friends are those rare people who ask how we are and then wait to hear the answer. -Ed Cunningham -- Hening duduk dengan meluruskan kaki pada sebuah kursi tunggu, yang biasa dipakai pengunjung mall untuk beristirahat. Gadis itu sedang menunggu rekannya, yang sedang mengurus tagihan di salah satu toko di pusat perbelanjaan di sana. “Cabut Ning, udah selesai gue!”
1032.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 965 kali sebagai kipas apa yang nunggu
Baca
+Pustaka
Klorofil

Klorofil

“Ada apa ini? Kenapa kau berhenti di sini? Kipas itu … mungkin dia bisa menjadi petunjuk!” Kevin mengeluarkan kipas dongker dan melepaskannya. Awalnya kipas itu melayang menjauh, namun setelahnya hanya berputar-putar di tempat itu dan kembali ke tangan Kevin. “Apa yang terjadi? Aku tidak menemukan apa-apa di sini!” soraknya. Brak!
9.96.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 238 kali sebagai kipas apa yang nunggu
Baca
+Pustaka
Ditandai Sebagai Tumbal Saat Pulang Kampung

Ditandai Sebagai Tumbal Saat Pulang Kampung

Tampak dari sini Ali ikut duduk di bangku sendiri. Satu jam kemudian Kusdi tiba di gerbang pondok. Ia masuk dan terus melangkah menuju meja penjaga dan menyampaikan maksud kedatangannya. Saat itu pula ia merasa matahari seakan turun lebih dekat dengan kepala. Topi tebal yang menutup kepala ia lepas karena sekejap basah keringat. Ia diminta menunggu di ruang tunggu.
1027.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 992 kali sebagai kipas apa yang nunggu
Baca
+Pustaka
My Supermodel Husband

My Supermodel Husband

“Apa kamu akan di sana dan tidak membantu?” Suara Kafa membuyarkan semua imajinasi tentang makanan enak yang ada di kepalanya. Namun, hal itu justru membuat dia senang karena sudah tak sabar ingin mencicip makanan yang sedang dibakar Kafa. Flo menghampiri Kafa. Meraih kipas yang dipegang Kafa. “Apa tidak ada kipas angin?” tanyanya karena Kafa memakai kipas seperti tukang sate.
9.917.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 651 kali sebagai kipas apa yang nunggu
Baca
+Pustaka
Perawat Pribadi Tuan Mafia

Perawat Pribadi Tuan Mafia

Langsung saja ia berlari mendekati gadis itu. "Maaf.." ucapnya saat ia baru saja sampai. Kimi menautkan alisnya. Ia langsung berdiri dari duduknya, "Mas Kian kenapa ngos-ngosan?" Melihat Kimi di hadapannya, ia merasa lega seketika. "Kamu kenapa nggak nungguin saya? Saya bilang kan tadi tungguin saya di ruangan." "Gimana mau nungguin di sana, tunangannya Mas Kian itu nyuruh aku keluar. Ya udah aku keluar. Lagian kan aku tungguin di sini."
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai kipas apa yang nunggu
Baca
+Pustaka
Naik Ranjang CEO

Naik Ranjang CEO

"Jangan-jangan?" Bersambung Ges masih ada yang nunggu gak sih? 😌 InsyaaAllah cerita ini akan diupdate sehari dua kali ya 🤗😍
9.827.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai kipas apa yang nunggu
Baca
+Pustaka
Another day

Another day

Karna kelas 12 belum ada yang keluar, Aleapun menunggu di depan pintu sambil duduk di kursi panjang yang ada disana. Setelah beberapa menit, kelas itupun bubar untuk istirahat dan.. "Alea?" panggil Arga dengan terkejut. "Hah kak Arga?" "Kamu ngapain duduk disini? Apa jangan-jangan kamu nungguin aku ya," rayu Arga. "Aku..." "Gak usah geer, dia nungguin aku," sambung Seila sambil menepuk pundak Arga.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai kipas apa yang nunggu
Baca
+Pustaka
Menunggu Masa Idah

Menunggu Masa Idah

Ini sudah hampir Magrib, kenapa pula Ibram duduk di depan rumah? "Emm ... aku sedang cari angin. Di dalam gerah sekali," jawab Ibram gugup. Dia malu mengakui jika dirinya menunggu kepulangan Laila dan mengkhawatirkan wanita itu yang tak pulang-pulang. Dahi Laila mengernyit mendengar alasan Ibram. Bukannya di dalam rumah ada AC? Kenapa bisa laki-laki itu kepanasan?
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai kipas apa yang nunggu
Baca
+Pustaka
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

Ia merasa pusing dan napasnya mulai sesak setelah banyak mengeluarkan tenaga. Teman-teman Raya mulai gelisah, kamar mereka belum juga mengirimkan utusan. Mereka tak terbiasa membaca puisi di hadapan ratusan orang. Kurang dari 20 menit pendaftaran akan ditutup, tak ada pilihan mereka pun memohon pada Raya untuk tampil ke depan.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai kipas apa yang nunggu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status