Cinta Sang Primadona
Sesaat Firman menghentikan kegiatannya, menatap wajah cantik istrinya, dan menyebut nama istrinya itu dengan mesra, "Almira ...! Oh sayangku, aku tak menyangka kau jadi milikku sayang!"
Istrinya yang ditatap merasa malu, pipinya memerah, ia melihat bibir yang bergetar yang habis melumat bibir tipisnya itu. Mata itu meminta lebih dari ini. Mereka berdua pun mulai beraksi, mengarungi gelombang asmara. Semakin lama semakin membara. Saling memberi dan menerima, timbul tenggelam bersama gelombang yang menghantarkan mereka mencapai puncak kenikmatan tertinggi. Dan menghempaskan mereka pada rasa nikmat yang tiada tara.
"Sempurna!" batin Almira.
Bab Populer