Suatu Senja di Tanah Senja
Agar, cerita itu meninggalkan kesan yang mendalam untuk Kolenel Sudarto.
Kami adalah segerombol anjing liar penguasa kota ini. Para nabi, iblis, bahkan malaikat, takut melintasi kawasan kami. Namun itu cerita beratus-ratus tahun lalu. Masa sebelum anak gembala bernama Muhammad datang dan mengadukan kejahatan kami kepada tuhan. Masa sebelum tuhan murka lalu mengutuk kami menjadi semut-semut tak berdaya yang menyedihkan.
“Wahai anjing, kau telah menyalahgunakan kecerdasan yang aku berikan padamu,” kata tuhan. “Karena itulah, kau kukutuk menjadi semut sebagai balasan untuk kesembronoanmu.”
Bab Populer