Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ujung Senja

Ujung Senja

Kami memang sudah lima tahun menikah, tetapi aku tidak tahu apa-apa tentang kehidupannya. Aku lihat nama yang tertera di mejanya. Tengku Asman, SE Staff SDM Ruangan ini cukup besar, dan sepertinya bukan Bang Asman sendiri yang menghuni tempat ini. Aku perhatikan ada sekitar enam atau tujuh meja kosong. Wajar saja tempat ini sudah sepi. Matahari nyaris tenggelam di luar sana. Aku sedikit menggigil. Pendingin udara di ruangan ini sepertinya menyala maksimal. Bang Asman memang tak tahan panas.
108.5K viewsCompletedAdded to Library 169 Times as kok sepi
Read
+Library
Sang Pengaman

Sang Pengaman

"Gak ada apa-apa Kok! cuma, gini Ken ...." "Stop! entar aja deh, ceritanya ...." sela Keni yang memotong pembicaraan dan membiarkan mulut Ato tetap ternganga. "Mendingan kita ke Kostan dulu yuk! biar enak ngobrolnya, disana!" lanjut Keni. "Hmmmp!" lalu Ato menggeram sembari menutup mulutnya. Kepala Ato bergerak mengangguk beberapa kali, sebagai isyarat bahwa Ato menyetujui ajakan Keni.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 102 Times as kok sepi
Read
+Library
Sebening Senja

Sebening Senja

Bening baru saja selesai membuat kopi 3in1 kesukaannya. "Nih, liat. Seru-seruan aja. Banyak informasi juga kita dapat dari medsos. Kita juga bisa silaturahmi dengan teman lama." Danang memperlihatkan layar ponselnya. "Asal, jangan silaturahmi sama mantan. Bertanya apa kabar aja bahaya, loh." Dito berseloroh. "Untunge, aku ra ndue mantan!" serobot Danang. Dito hanya mencebik menanggapi ucapan lelaki plontos itu.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as kok sepi
Read
+Library
Serpihan Kenangan

Serpihan Kenangan

Senyumku spontan mengembang tipis saat mendapati bagaimana Bryan menamai dirinya sendiri sebagai Suami Kamu dalam kontak smartphone-ku. "Sayang, meski tidak bisa semua, namun sebagian data dari smartphone sebelumnya sudah aku kembalikan ke smartphone baru kamu." Kira-kira begitu isi voice notes dari Bryan. Sekilas dapat aku dengar suara bising kendaraan menjadi latar dari voice notes tersebut, membuatku langsung mengetahui dan sadar kalau Bryan merekam voice notes itu sembari menyetir.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as kok sepi
Read
+Library
JANGAN MENCINTAIKU, PAMAN!

JANGAN MENCINTAIKU, PAMAN!

“Eh.. Apa…kenapa dia tidak pulang? Apa yang terjadi? Kemana Kyoko? Aku tidak melihatnya…” “Kyoko ada bersamaku.” Ryu menunjuk mobil dimana Kyoko berada. “Kami akan kembali ke Osaka dan menikah. Kalau Anda ingin datang, hubungi saja nomor yang ada di kartu ini. Dan ini. Saya mohon dengarkan sampai selesai, jadi Anda tahu apa yang membuat Anda tidak akan pernah melihat Shuji–san lagi.”
1020.4K viewsCompletedAdded to Library 488 Times as kok sepi
Read
+Library
LANGIT KABUT CAMELIA

LANGIT KABUT CAMELIA

Seperti sekawanan bebek yang akhirnya memiliki pawang, celoteh mereka pun berhenti dan berganti dengan langkah cepat setengah berlari. Gelap. Hanya tersisa lampu-lampu kecil sebagai penerang jalanan kampung. Dalam sebaris ke barat kami sama-sama melihat rumah-rumah kos yang begitu tenang. Nyala redup lampu teras mereka tak tergoyahkan sedikitpun oleh keributanku. Atau, gempa yang penghuni kosku takutkan. Dengan arahan tanpa suara, kami menoleh ke timur, kosong, jalanan sunyi tanpa suara dan hanya menyisakan angkringan-angkringan tanpa pelanggan. Suasana khawatir akan kematian karena gempa beerubah menjadi mencekam dan menakutkan. “Kok sepi ya?” Rini, salah sat
1.7K viewsOngoingAdded to Library 35 Times as kok sepi
Read
+Library
PURA-PURA JADI SUPERSTAR

PURA-PURA JADI SUPERSTAR

pungkas Kiko mengakhiri telepon di antara mereka. Jordie segera mengambil jaket dan dompetnya. Dia berlari keluar dan mengirimkan pesan pada Hakim bahwa dia pergi menjemput Aster. Jordie naik taksi dan pergi ke kedai sesuai dengan peta yang dikirimkan oleh Kiko. Kedai yang dimaksud ternyata sebuah kedai mewah dengan ruang privat yang memang nyaman untuk pertemuan rahasia. Sepertinya para artis dan kaum high class di Jepang suka berkunjung ke sana.
5.6K viewsOngoingAdded to Library 203 Times as kok sepi
Read
+Library
Mencintai Memori Terkelam

Mencintai Memori Terkelam

Mereka tersenyum melihat cahaya kembang api yang bersinar memenuhi langit kota Kobe. "Sangat indah" gumam Seika. Kenichi menoleh ke arah Seika. "Apa kau sering melihat festival kembang api?" tanya Kenichi sembari memberikan gelas minuman kepada Seika. Seika menggelengkan kepalanya tanpa melepaskan pandangannya dari kembang api. Ia menyisip minuman hangat perlahan-lahan. "Aku jarang melihat festival karena takut bertemu pandang atau bersentuhan dengan orang lain" jawab Seika sambil tersenyum melihat kembang api berwarna-warni tersebut.
105.5K viewsOngoingAdded to Library 136 Times as kok sepi
Read
+Library
Dokterku Satu-Satunya Yang Membuatku Hilang Kendali

Dokterku Satu-Satunya Yang Membuatku Hilang Kendali

Beruntung ada sebuah taksi kosong lalu David menghentikannya. "Ikuti mobil di depan, tetap beri jarak," perintahnya dalam bahasa Jepang. Sopir itu mengangguk paham. Titik merah di ponsel terus bergerak, membelah jalanan lengang Sapporo hingga akhirnya berhenti di sebuah kawasan yang tidak David percayai. Tempat yang bising dan terang benderang. JIS Sapporo. Sebuah club and bar ternama.
103.8K viewsOngoingAdded to Library 118 Times as kok sepi
Read
+Library
Si Mesum Jatuh Cinta

Si Mesum Jatuh Cinta

Zeera tidak tahu lagi harus berkata apa. “Kita disini hanya dua hari, selanjutnya kita akan ke Hakone, pemandian air panas. Besok kita akan melihat pohon Sakura, tentu saja kita akan memakai Kimono, malamnya kita melihat kembang api, ada festival besok malam,” ucap Shean antusias. “Tapi kalau kamu lelah, kita bisa lebih dari dua hari disini kok, terserah kamu saja.” Zeera hanya diam, karena tidak tahu tentang Jepang, dan juga dia tidak keberatan, karena penasaran.
9.3178.8K viewsCompletedAdded to Library 5.0K Times as kok sepi
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status