Pekik Ketakutan
Jessica cemberut, lalu berbalik ke si engkoh, “Ya, pakai pangsit dan bakso.”
“Siap!”
“Bezzzz!” suara api kompor yang garang membakar pantat kuali yang hitam, memanaskan kuah kaldu di dalamnya.
Jessica bertanya, “Sepi sejak kapan koh? Biasanya ramai”
“Haiyaaa…,” si engkoh menghela nafas, “Yǐjīng sān tiānle. Sudah tiga hari. Tiba-tiba saja kosong cam gini. Biasanya mah, masih lumayan lah meski pandemi. Eh sekarang, pas lagi ramai-ramainya tidak ada satu pun yang mampir ke sini. Aneh sekali. Tak ngerti juga saya,” keluh si engkoh sambil merendam bakmi ke dalam kuali, menggunakan saringan mie stainless gagang kayu, kemudian dia aduk-aduk mie itu dengan sumpit.
Hot Chapters