AMEENA: Tentang Kehormatan yang Harus Dikembalikan
Mulut Ameena masih dikunci dengan rapat sehingga bisa membuka kesempatan untuk Mario meneruskan, "Apakah kamu beneran udah akan menikah?"
"Memang bener, kok," ucap Ameena dengan serampangan, tetapi sudah cukup untuk membuat Mario merasa dihancurkan, sampai bisa menggeleng berulang secara tidak sadar.
"Aku tahu, Am. Ini, kamu cuma lagi nge-prank aku doang, 'kan?"
"Mas, dengerin aku baik-baik, aku dan Mas Mario tuh udah mustahil untuk bisa bersama. Jadi, mau aku nikah kapan dan sama siapa, bukan urusan Mas Mario lagi."
Hot Chapters