Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Nikahi Aku atau Aku Mati

Nikahi Aku atau Aku Mati

Lima orang penumpang—tiga ibu-ibu, satu anak sekolah dan satu penumpang bau amis yang baru saja naik. Begitu penumpang baru itu masuk, sontak suasana mendadak riuh oleh suaranya yang cempreng. “Kali ini bawa apa kamu, Yu?” tanya penumpang yang berada di paling pojok. Ia yang tadinya terkantuk kini bersemangat, seperti bertemu dengan teman yang sudah lama tidak terlihat.
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai kompor penumpang
Baca
+Pustaka
Menantu sang Jendral Besar S2

Menantu sang Jendral Besar S2

Bab 92. KOMPENSASI Dengan suka cita dan rasa syukur, semua orang di angkut helikopter tim penyelamat demikian juga dengan Pilot dan pramugari yang menaiki pesawat yang jatuh ini. Yang tersisa di pulau kosong ini hanya Tim KNKT yang bertugas untuk menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat dengan penumpang dua ratus lima puluh orang ini.
8.256.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai kompor penumpang
Baca
+Pustaka
DILEMA DUA HATI

DILEMA DUA HATI

Maira tertidur karena kelelahan di pangkuan Gu. “Gu, ini dapur untuk memasak ya, bergantian memang digunakan. Ini kompor listrik ada enam tungku. Aku rasa cukup untuk penghuni asrama, peralatan juga sudah banyak disediakan.” Maida menunjukkan dapur asrama pada Gu. Sangat luas dan barang-barangnya pun modern, jauh lebih baik daripada milik Sarah. “Aku pikir masaknya pakai kayu bakar, Bu.”
1011.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 431 kali sebagai kompor penumpang
Baca
+Pustaka
Akhirnya Kumenemukanmu

Akhirnya Kumenemukanmu

Sedang disudut meja terdapat sebuah penanak nasi elektrik yang lampu indikatornya sudah mati. Di depan meja terdapat satu kompor dua tungku yang di atasnya terdapat masing-masing satu panci berukuran sedang. Ada centong panjang yang ujungnya menyembul keluar dari penutup panci yang terbuka separuh. Mata perempuan yang baru datang itu menyapu pemandangan sekeliling. Gurat emosi dari wajah yang juga tampak dari kilatan tatapannya perlahan mereda.
1028.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 673 kali sebagai kompor penumpang
Baca
+Pustaka
Damai Dalam Poligami Sesion 2

Damai Dalam Poligami Sesion 2

Tempat tidur single yang sengaja disimpan untuk istirahat saat kepenatan melanda dan ingin pulang. Klinik ini serasa rumah kedua baginya. Perabotan versi kecil dipilih untuk menghemat tempat yang memang tak terlalu besar. Ditambah lagi karena keinginannya yang banyak hingga ruangan itu harus penuh sesak dengan barang seperti perlengkapan dapur mini. Meski hanya ada dispenser, microwave, dan kompor portable listrik. Cleaning service membersihkannya secara berkala, hingga ruangan tetap bersih meski penghuninya lama tak berkunjung.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai kompor penumpang
Baca
+Pustaka
Terjerat Pesona Sekretaris

Terjerat Pesona Sekretaris

Ia membantu menyimpan tas kecil ke kompartemen atas, lalu duduk di samping istrinya. “Nyaman?” tanyanya. Sadya mengangguk. “Lumayan. Deg-degan dikit.” Dirgantara tersenyum, meraih tangan Sadya dan menggenggamnya. “Aku di sini.” Satu per satu penumpang mengisi kursi. Suara pintu kabin ditutup terdengar, disusul pengumuman keselamatan dari pramugari. Sadya mendengarkan setengah fokus, sementara matanya sesekali memandang ke jendela.
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai kompor penumpang
Baca
+Pustaka
Suami Kiriman Bikin Nyaman

Suami Kiriman Bikin Nyaman

Aku pun beringsut berdiri dan beranjak ke dapur. Dapur ini hanya memiliki kompor satu tungku. Di sisi sebelah ada teko dan peralatan makan sederhana. Rak di atasnya berjajar toples-toplea kecil berisi gula, teh, kopi, dan bubuk jahe instan. Cukup lengkap untuk rumah singgah. "Ini, Mas. Minumannya." Aku menyodorkan dua cangkir. Tepat sebelum meminumnya suara permisi dari luar, kemudian pintu terbuka. Pak penjaga datang. Dia membawa nampan.
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai kompor penumpang
Baca
+Pustaka
MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU

MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU

Tak jauh dari situ, terlihat kompor portabel berbahan gas kaleng berdampingan dengan panggangan anti lengket ukuran sedang—jelas disiapkan seolah hendak mengadakan pesta barbekyu dadakan. Bukan hanya itu, Rayden juga menurunkan sepasang kursi lipat berwarna hijau loreng, meja lipat dari aluminium, hingga kotak pendingin berukuran sedang yang tampaknya penuh berisi bahan makanan segar dan minuman. “Kamu ini mau berjualan atau bagaimana?” bisik Aurin setengah gelisah begitu mendekat, matanya berpindah-pindah antara tumpukan peralatan itu dan wajah santai suaminya.
1063.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai kompor penumpang
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Sang Juragan

Jerat Cinta Sang Juragan

Ade menjelaskan seperti seorang sales penjualan saja. Lastri tertawa, "Iya, tapi tetap saja takut. Nanti pelan-pelan saja saya beralih pakai kompor gasnya, itu juga yang bagian dari pemerintah jarang saya pakai. Kecuali kalau anak-anak mau masak mie instan saja. Kalau saya lebih milih tungku kalau pagi-pagi. Biar hangat. Sambil siduru. " Lastri menunjuk pada kompor gas satu tungku yang ada dipojok dapur, sengaja dijauhkan letaknya dari tungku, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
1034.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 973 kali sebagai kompor penumpang
Baca
+Pustaka
WITHERED

WITHERED

Sementara di bagian belakang, penumpang lain harus menekuk kaki mereka di sepanjang penerbangan. Tempat yang seharusnya juga kududuki, jika seseorang tidak melakukan sesuatu untuk hal yang sudah kupilih untuk kulakukan, 'kembali meski aku tidak tahu kemana aku akan pulang.' 20 jam lebih aku akan berada di dalam pesawat yang tidak akan transit di manapun, pelayanan yang begitu ramah dan makanan kelas utama yang rasanya sama sekali tak menggoda selera, karena aku lebih senang menutup mataku saat obat yang kuminum berhasil membuatku tak berpikir tentang banyak hal, 'tentang segala hal juga tentang kekhawatiranku.'
1023.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 643 kali sebagai kompor penumpang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status