Resep Rahasia Sang Pecundang
Kesombongannya, hubris-nya, telah membakar jembatan terakhirnya dan kini menjerumuskannya ke dalam jurang ini.
“Luna… dia benar soal kamu,” gumam Radit, lebih pada dirinya sendiri.
“Ah, si nona kritikus itu,” cibir Ki Gendeng.
“Tentu saja dia benar. Orang-orang sinis sepertinya selalu benar tentang sifat dasar manusia. Tapi apa yang bisa dia tawarkan padamu? Nasihat? Dukungan moral? Aku menawarkanmu keutuhan, dan kau hampir mengambilnya. Sayang sekali, kesombonganmu membuatmu berpikir kau bisa menjadi rekan, bukan alat.”
Hot Chapters