Bara Dendam Sang Prabu Boko
Nalaraja, sebagai putra mahkota yang kelak akan mewarisi takhta ayahnya, merasa jantungnya bagai teriris.
Di satu sisi, ia sangat menghormati kemuliaan, keberanian, dan kegagahan Prabu Boko yang tak mengenal rasa takut. Ia mengagumi tekad baja yang membimbing ayahnya di setiap keputusan, di setiap medan perang. Namun di sisi lain, sebuah nalar yang lebih jernih berbisik dalam sanubarinya, sebuah kesadaran bahwa keras kepalanya sang ayah, meskipun dilandasi oleh kehormatan yang tak tergores, hanya akan membawa rakyat Walaing ke dalam jurang kehancuran. Perang bukan lagi solusi; itu adalah malapetaka yang mengintai di balik bukit.
인기 회차