Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kebangkitan sang Dewa Naga

Kebangkitan sang Dewa Naga

"Bisakah kau buktikan bahwa itu penting? Aku membunuh orang yang memang pantas dibunuh. Aku tidak bersalah. Aku punya hati nurani yang bersih dan tidak bermaksud menyangkal apa pun." "Zyran, ​​bagus sekali!" Mendengar perkataan Zyran, ​​Nachiro mengangguk kagum. Kyle pun diam-diam mengagumi dan sangat senang karena ternyata dirinya tidak salah mengenali muridnya ini, beginilah seharusnya yang dilakukan seorang lelaki.
8.828.4K viewsCompletedAdded to Library 853 Times as kritik atas nalar murni
Read
+Library
Kau Ambil Pacarku, Kunikahi Bosmu

Kau Ambil Pacarku, Kunikahi Bosmu

Ia berbalik dan meninggalkan ruangan tanpa berkata lagi, sambil menatap langit senja yang mulai meredup. "Manusia terlalu serakah karena menginginkan semuanya tanpa tahu ada hal yang perlu dikorbankan. Bersenang-senang dengan hal yang salah tanpa mempertimbangkan ada hal yang harus dibayar. Karma yang tidak terlihat. Semua orang bicara tentang karma. Tapi jarang ada yang percaya. Mungkin aku juga bagian dari mereka." gumam Naren dalam hati. Ia berjalan pergi, membiarkan pintu tertutup di belakangnya, meninggalkan lelaki yang kini sadar, ia telah berurusan dengan iblis bermuka manusia.
2.7K viewsCompletedAdded to Library 65 Times as kritik atas nalar murni
Read
+Library
PWSPD 2 : AKHIR DUNIA

PWSPD 2 : AKHIR DUNIA

kata Nukud Kusuma mengemukakan pendapatnya, semua Nukud merenung mendengar perkataan itu. "Jangan bodoh, satu saja jiwa suci menjadi tumbal maka ritual kita akan gagal!! Bayi, anak kecil dan orang bijak memiliki jiwa yang suci," sahut Nukud Mahesa, ia baru saja datang dan para Nukud lainnya langsung memberikan penghormatan kepadanya.
1033.5K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as kritik atas nalar murni
Show Reviews (21)
Read
+Library
Ummi
"Rama mengucapkan terimakasih atas semangat dan gems, semoga PWSPD season 2 tidak mengecewakan pasukan pembaca, tetap beri semangat agar jiwa author kami terpenuhi, jangan lupa buka bab yang terkunci ;), jangan lupa share, tetap sehat dan banyak rezeki buat pasukan pembaca!" Rama memberikan sujud ;D
Caca Marica
Berawal berhadapan dengan musuh dari sesame bangsa manusia, lalu lanjut bertemu he wants spiritual dan bangsa peri… setelah itu, berhadapan dengan Pasukan setan dan iblis… sekarang face to face ama siluman… jadi macam baca novel mistis binti horor deh… tapi, ga nyeremin, ngangenin malah iya… ...
Read All Reviews
Kelir Getih (Layar Berdarah)

Kelir Getih (Layar Berdarah)

“Bagaimana ini terhubung dengan pembunuhan?” “Ini bukan hanya kritik sosial, Kompol. Ayah saya melanjutkan dengan bait-bait yang lebih mengerikan. Ia menulis tentang bagaimana ‘pemurnian’ diperlukan. Bahwa hanya dengan membersihkan panggung dari kekotoran, keadilan sejati dapat ditegakkan. Lalu ada bagian tentang Karna.” Raka lalu membacakan bait kedua yang ia temukan.
848 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as kritik atas nalar murni
Read
+Library
THE SON OF DESTINY

THE SON OF DESTINY

“Aku telah mengatakannya tadi; kau harus mengatakan semua yang kaupikirkan dengan sejujur-jujurnya, walaupun itu bukan hal yang baik.” “Anu... menurut saya memang begitulah dunia ini sebenarnya. Tidak ada cinta yang tulus dan murni. Semua orang hanya berpura-pura baik, untuk mendapatkan hal yang tidak baik.” “Sekarang, lihat kristal di sana.”
8.820.6K viewsCompletedAdded to Library 616 Times as kritik atas nalar murni
Read
+Library
Ayah Untuk Anakku

Ayah Untuk Anakku

ujar Clarita memotong ucapannya, nada bicara Clarita begitu tajam ia berkata dengan tatapan tajam dan menusuk. Nyali pria di depannya menciut. “Gue gak ada urusan sama lu.” “Saya kira kekurangan anda hanya di penampilan dan attitude ternyata anda juga kurang pendengarannya ya?” sarkas Clarita masih dengan tatapan tajam nan membunuh. “Lu‼”
9.434.7K viewsCompletedAdded to Library 900 Times as kritik atas nalar murni
Read
+Library
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

“Tidak mungkin, Tuan. Sinyal itu tidak berasal dari satu tempat… tapi dari hati manusia sendiri.” Langit di atas bumi berpendar lembut, seperti lampu yang bernafas. Dan di tengah malam, dunia sekali lagi berbisik: “Rasa teu bisa dipasrahkeun ka mesin. Rasa kudu hirup dina manusa.” (Rasa tidak bisa diserahkan pada mesin. Rasa harus hidup di dalam manusia.) Sementara itu Arjuna tampak sedang menatap cakrawala yang dipenuhi cahaya digital seraya berkata pelan: “Fitnah tidak bisa membunuh kebenaran. Ia hanya menundanya.”
101.4K viewsOngoingAdded to Library 35 Times as kritik atas nalar murni
Read
+Library
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Nara menyentuh jantung The High Reviewer dengan penanya, menyuntikkan satu tetes 'Empati Murni' ke dalamnya. Seketika, kacamata tebal sang kritikus pecah. Ia melihat Nuranipura bukan sebagai sekumpulan trofi dan klise, melainkan sebagai sebuah karya cinta yang luar biasa. Ia melihat air mata manusia yang terselamatkan oleh cerita ini. Ia melihat harapan yang tumbuh di tengah keputusasaan. "Aku... aku minta maaf," bisik The High Reviewer. "Aku terlalu lama berada di menara gadingku hingga lupa bahwa cerita adalah nafas bagi jiwa."
795 viewsOngoingAdded to Library 29 Times as kritik atas nalar murni
Read
+Library
TUAN MUDA WIJAYA YANG BERGAIRAH

TUAN MUDA WIJAYA YANG BERGAIRAH

Di langit setiap dimensi yang ia pimpin, muncul sebuah retakan vertikal besar yang menyerupai mata yang sedang menyipit. Inilah kedatangan The Critic (Sang Kritikus)—entitas purba yang bertugas menilai kualitas sebuah realitas. Baginya, sebuah alam semesta bukan dinilai dari kebahagiaan rakyatnya, melainkan dari konsistensi logis dan estetika narasinya. Dan bagi Sang Kritikus, keberadaan Surya yang mampu menulis ulang takdir adalah "eror plot" yang harus segera dieliminasi.
760 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as kritik atas nalar murni
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status