Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bara Dendam Membara

Bara Dendam Membara

“Paman hanya berbincang dengan ibumu.” Yue Xindy menoleh, jelas terkejut. “Zhuo, kenapa sudah pulang?” “Les selesai lebih cepat.”Zhang Zhuo melangkah mendekat berdiri di sisi ibu, tangan mungil itu menggenggam ujung gaun sang ibu dengan erat. Gu Qiang menegakkan tubuh lalu mundur satu langkah. “Aku pamit dulu.” kemudian pergi dengan tenang seolah tidak pernah terjadi apapun, yang ada hanya meninggalkan udara berat.
642 viewsOn holdAdded to Library 16 Times as padma tere liye
Read
+Library
Gadis Lugu Tertindas, Dipungut Paman Tampan

Gadis Lugu Tertindas, Dipungut Paman Tampan

"Kamu pikir bisa semudah itu bercerai denganku?" Vela tidak takut sama sekali, dia bukan lagi gadis lugu yang terpaksa menerima perjodohan. Dia sudah lebih berani sekarang. Bram maju dan memangkas jarak dengan istrinya. Dia lalu meraih dagu Vela dan mencengkeramnya kuat, membuatnya mendongak dan membalas tatapan tajamnya. "Silahkan saja, gugat kalau kamu bisa?" Bram tersenyum meremehkan. "Kamu pikir hanya dengan tuduhan noda lipstik di kemejaku sudah cukup membuat gugatanmu diterima pengadilan?"
107.1K viewsCompletedAdded to Library 185 Times as padma tere liye
Read
+Library
Duda Tampan Canduku

Duda Tampan Canduku

pinta Runia. Ardian merasa was-was, pandangannya harus jeli melihat kemana kedua bola matanya bergerak. Runia, mengenggam tangan Dika, perlahan ia berhasil mendapatkan senjata api. Sayang seribu sayang Dika refleks menarik pegas itu dan menembakkannya ke arah Runia. Runia tersungkur, ia memeluk dirinya, noda merah membanjiri tubuhnya, hatinya merasa senang dan bahagia, karena sudah mengutarakan isi hatinya pada Dika.
1014.0K viewsCompletedAdded to Library 420 Times as padma tere liye
Read
+Library
Dendam Dan Cinta

Dendam Dan Cinta

Jawabnya berbohong. "Iya deh, papa ku memang tidak pernah merasa sedih, cemas ataupun takut pada siapa pun kecuali dengan putri kesayangannya kan." Ucap Lia menggoda Rahtore. "Haha... Kau ada-ada saja tapi semua yang kau katakan itu benar." Rahtore terkekeh mendengar perkataan anaknya. "Heheh... Ohh iya pah, aku mau bilang kalau aku ingin sekali pergi keluar hari ini. Ingin bertemu dengan teman lama Shelia, boleh kan?" Ucapnya meminta Izin.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 103 Times as padma tere liye
Read
+Library
Godaan Mama Muda

Godaan Mama Muda

Maya berdiri di tengah kamar seperti patung es yang retak. Air mata mengalir deras di pipinya, tapi matanya membara amarah yang lebih panas dari api. Ponsel masih di tangannya, suara Bima yang dingin dan penuh kemenangan masih bergema di telinganya. Radit berlutut di depannya, tangannya terulur ingin menyentuh, tapi Maya mundur selangkah seolah sentuhan itu bisa membakarnya.
9.8121.1K viewsCompletedAdded to Library 2.7K Times as padma tere liye
Read
+Library
Teratai Yang Layu

Teratai Yang Layu

Sebelum pergi seperti biasa Agista pergi ke danau untuk menemui dan curhat pada bunga teratai yang ada di sana. "Hai teratai, aku akan pergi. Aku ingin menghapus semua kenangan buruk yang ada di sini dan mencari kehidupan baru. Selamat tinggal, jika suatu saat Yuda datang padamu dan menanyakan keberadaan ku tolong jangan katakan aku di mana!" Seperti bicara pada manusia saja, Teratai memang sahabatnya sejak lama. Karena dia tidak memiliki sahabat dekat, hampir semua teman-teman sekolah dia menjauhinya dengan alasan miskin.
104.8K viewsOngoingAdded to Library 133 Times as padma tere liye
Read
+Library
Tergoda Gadis Muda

Tergoda Gadis Muda

Tergoda Gadis Muda Hujan di luar mulai mereda. Laila menutup tubuh dan menangis pilu. Menatap noda merah di seprai coklat polos milik Arka. Walaupun, berwarna gelap ia bisa melihat bercak dara yang masih segar. Noda yang tak amis seperti darah dalam kulit. Hatinya pilu bagaimana nasib bunga yang telah dipetik lebih awal. Kembang yang masih kuncup kini merekah karena telah terjamah. Rahim kering telah basah akibat perbuatan mereka.
1017.3K viewsCompletedAdded to Library 346 Times as padma tere liye
Read
+Library
Mama Muda

Mama Muda

Fyuh. Naomi perlahan menghembus nafas lega. Untung saja mama mertuanya ini ahli dalam merangkai alasan dan tampaknya Mas Adrian percaya. Karena hal itu juga pernah menjadi alasan Leo datang ke rumah mereka dan Naomi mengatakannya pada Mas Adrian. Jadi alasannya nyambung, kan? "Maafkan Adrian ya, Ma. Baru bisa datang sekarang dan mengenalkan Naomi pada mama."
1023.5K viewsCompletedAdded to Library 539 Times as padma tere liye
Read
+Library
DENDAM HATI YANG TERLUKA

DENDAM HATI YANG TERLUKA

Plak Plak Plak Tiga tamparan keras mendarat di pipi Retno , hingga terlihat pipi itu memerah karna bekas tamparan dari Patrick. “kumohon lepaskan aku!!” Isak Retno yang kembali menangis. “Aku tak akan pernah melepaskanmu bahkan sampai aku mati “
107.5K viewsOngoingAdded to Library 180 Times as padma tere liye
Read
+Library
Tergoda Mama Muda

Tergoda Mama Muda

Dilara : Aku otomatis megang. Danapati : Apa yang dipegang? @Dilara. Dilara : Punyakulah, @Dana. Masa punya suamiku? Denzel : Mas Yasua pake kutang? Divija : Aku bingung, kalian ngomong apa, sih? Dedi : Kutang Pak Yasuo, warna dan motif apa? Daphne : Pinky motif bunga-bunga kecil. Deandre : Hijau motif polkadot.
320 viewsOngoingAdded to Library 10 Times as padma tere liye
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status