Ular Di Farji Istriku
Istriku terperangah kaget, berkali menutup mulutnya, dia terlihat marah, tetapi sedih sekaligus, bahkan kulihat air bening itu menetes dari sudut matanya, dia menangis.
"Hei, kenapa menangis hm?" Bergegas aku bangkit membingkai wajah mulusnya, menyapu pelan kedua pipi yang basah, "Kamu udah janji loh, Sayang. Jangan terlalu dipikirkan," ucapku menariknya dalam pelukan.
"K-kok tega ya, Bang? Padahal kita tidak punya masalah dengan mereka, ak-aku sangat takut, bagaimana ka-kalau hal itu terulang lagi." Kurasakan dia mencengkeram bagian depan kaosku.
Bab Populer