Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bolehkah Aku Menangis

Bolehkah Aku Menangis

ucap Maya menepuk bahuku sebelah kiri. Mereka masuk ke toilet untuk bersiap-siap tidur. Aku menarik selimut memejamkan mata. Bayangan wajah adikku tampak jelas. Berharap, mereka dapat merasakan hidup yang baru, jauh dari perih pukulan atau hinaan dari orang lain lagi.
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai ku menangis membayangkan
Baca
+Pustaka
AKIBAT SUMPAH AL-QUR'AN

AKIBAT SUMPAH AL-QUR'AN

Tak tega melihatnya menangis. Bersambung
1054.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai ku menangis membayangkan
Baca
+Pustaka
Bayangan Dalam Pandang

Bayangan Dalam Pandang

Kemudian ketika aku melihat dia menangis di hadapanku, hatiku sangat sakit seperti ditembus ribuan anak panah! Sejak aku membuat perempuan itu menangis di Sendai, aku sadar kalau pemandangan itu adalah hal yang paling aku benci di dunia ini. Miki seharusnya tersenyum atau mengomel seperti induk angsa! Kenapa dia menangis? Aku tidak tahan melihat derai air mata menghiasi pipinya yang bengkak akibat kena tamparan si berandalan itu!
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai ku menangis membayangkan
Baca
+Pustaka
TERALIS WAKTU

TERALIS WAKTU

kataku refleks menutup mata dengan kedua tangan, Menangis mengingat kenangan pahit yang terjadi. “Nda!” panggil sebuah suara, membalikkan badanku yang tengah menangis untuk menghadapnya.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai ku menangis membayangkan
Baca
+Pustaka
Di Balik Senyum Istri

Di Balik Senyum Istri

Dia mulai merenggangkan genggamannya pada jemariku, seiring dengan itu tampak bulir bening di sudut matanya. “Jangan menangis Mas, kamu enggak seharusnya menangis seperti ini.” “Apa pengkhianat sepertiku, haram hukumnya untuk menangis, Kiran?” Aku hanya tersenyum menanggapi ucapannya, lalu menggelengkan kepalaku perlahan.
1078.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai ku menangis membayangkan
Baca
+Pustaka
Perjanjian Panas dengan Bos Arogan

Perjanjian Panas dengan Bos Arogan

Mengusap bahu Agatha. Anggun dan Mina juga mengangguk setuju. “Pasti susah ya di sana sendirian?” tanya Mina. “Bagaimana sih…” Mina malah menangis. “Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kau di sana sendirian…” malah semakin menangis. Agatha tertawa. “Sudah lewat, untuk apa kau menangisiku..” “Tetap saja.” Mina mengusap air matanya. “Aku pikir kau miskin sepertiku, tapi ternyata kau anak orang kaya…”
1066.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai ku menangis membayangkan
Baca
+Pustaka
DICERAI SETELAH MALAM PERTAMA

DICERAI SETELAH MALAM PERTAMA

Dia mengepalkan tangan dan memukulkannya ke udara sambil berteriak, "Yes!" Ketika menyadari bahwa aku sedang memperhatikannya, Hyuga segera kembali duduk dan tersenyum salah tingkah. "Lalu kenapa kamu menangis? Berjanjilah kepadaku untuk tidak menangisi laki-laki itu lagi," ujar Hyuga sembari tersenyum hangat. "Aku tidak menangisinya," sanggahku. Sebenarnya aku menangis karena merasa nasib begitu kejam mempermainkanku.
10.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 269 kali sebagai ku menangis membayangkan
Baca
+Pustaka
Istri Dekilku Terlahir Kembali

Istri Dekilku Terlahir Kembali

“Kau menangis?” “Aku? Ah, tidak. Hanya sedikit merasa sedih. Ada apa?” Wanita itu menyeka air matanya, tersenyum simpul. Senyum yang tidak menunjukkan kebahagiaan sama sekali. “Apa yang membuatmu menangis? Apa itu karena dia?” ***
1016.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 534 kali sebagai ku menangis membayangkan
Baca
+Pustaka
Pernikahan Kedua

Pernikahan Kedua

lirih Gadis. Yamazaki menghela napas panjang, dia langsung mengubah posisinya dan duduk menghadap wanita itu dan hatinya sakit melihat istrinya menangis dengan mata yang sembab. Yamazaki menghapus air mata itu dengan lembut. “Jangan menangis, Sayang... aku sangat sakit melihatmu seperti ini.” Gadis menangis lagi, dia tidak bisa untuk berhenti menangis. Memikirkan rumah tangganya tanpa adanya anak, apa yang bisa dia bayangkan? Apa mahligai itu akan utuh?
1073.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai ku menangis membayangkan
Baca
+Pustaka
OSIS LYFE (INDONESIA)

OSIS LYFE (INDONESIA)

Dia menangis. "Ahh... sudah kedua kalinya aku melihat orang menangis hari ini" Gumamku. "Sepertinya aku mengenali dia, kalau gak salah..." Aku berjalan menghampirinya. "Aaahhh capek banget jadi babu sekolaah, harus naik turun tanggaa buat nyerahin giniaan!!!" Keluhku dengan nada yang sedikit di teriakan dengan tujuan agar dia menotice keberadaanku.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai ku menangis membayangkan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status