Penguasa Hati
“Aku sudah melihat cukup banyak. Cara gadis-gadis memujamu, cara kau menolak mereka dengan dingin, cara kau pikir bisa datang dan pergi sesukamu dalam hidup orang lain. Aku ini apa bagimu? Tantangan baru? Mainan yang sulit didapat karena tidak langsung jatuh bertekuk lutut di hadapanmu?”
Setiap kata yang ku ucapkan terasa seperti racun yang akhirnya ku muntahkan. Sakit, tapi juga melegakan. Air mata mulai menggenang di pelupuk mataku, dan aku membencinya. Aku tidak ingin terlihat lemah di hadapannya.
ตอนยอดนิยม