Terjerat Pesona Papa Temanku
Ia meraih wajah Kaivan, menunduk mendekat.
“Kai? Aku di sini,” bisiknya gemetar.
Aksa menghentikan gerakannya. Pandangannya tertuju pada Kaivan yang masih terpejam, tapi jelas menyebut nama itu—nama yang sama sekali tak bisa disangkal oleh siapa pun sebagai tempat hatinyaDan saat itu, Aksa tahu, meski ingatan Kaivan belum sepenuhnya kembali, hatinya sudah lebih dulu pulang.