Terpaksa Akad
’
“Kulitmu saja mencerminkan wanita Asia, jarang-jarang ada yang memiliki kulit sepertimu. Sedangkan gigi kelincimu merupakan hal yang langka, apalagi hidung pesek. Tahu tidak, Zi. Kucing Angora saja semakin pesek semakin mahal.”
“Om, itu aib semua. Gak ada yang lebih manis apa, perumpamaan untuk, Zi,” protesku.
Lelaki di depanku benar-benar menyebalkan, jika tadinya semua yang ke luar dari bibirnya semanis gula, sekarang berubah sepahit empedu. Sangat pahit. Apalagi Zi dibandingkan dengan kucing Angora. Jahat sekali bukan?
Hot Chapters