Jerat Berbahaya Suami Posesifku
Dengan tangan gemetar, aku membanting bagasi itu hingga tertutup rapat, lalu berbalik dan berjalan cepat kembali ke rumah, nyaris berlari.
Dadaku terasa sesak, seolah udara mendadak menipis di sekitarku. Untuk beberapa detik, aku bahkan lupa bagaimana caranya bernapas dengan benar. Bayangan bangkai kucing itu kembali muncul, bukan sebagai bentuk kematian semata, melainkan sebagai pesan yang jelas, bahwa aku tidak sedang berhadapan dengan orang yang berpikir normal.
Aku ingin marah. Sungguh. Kata-kata sudah hampir meluncur dari mulutku, tetapi rasa dingin di tengkukku menahannya.
Chapitres populaires