Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
ISTRI PENGGANTI TUAN PENGUASA

ISTRI PENGGANTI TUAN PENGUASA

Serta pengakuan Lea yang tidak suka saat nenek lampir dekat-dekat dengan pria itu. "Siapa nenek lampir?" Zio bertanya dengan bibir bermain di dada sang istri. Untuk pertama kalinya Zio mendapat kesempatan mencicipi benda bulat nan kenyal. Aset tersembunyi milik Lea yang ternyata sangat indah.
1058.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai kuku nenek lampir
Baca
+Pustaka
Jira

Jira

kataku Kami pun pergi ke rumah nenek temen ku Rumah nenek nya tidak jauh dari rumah kami jadi kami bisa berjalan kaki kerumah nenek nya temen ku Lalu sesampainya dirumah nenek nya temen ku ,temen ku pun langsung naik ke pohon dan bener ternyata banyak sekali jambu yang sudah masak lalu kami mengambil dengan banyak dan kami pun duduk di teras rumah nya nenek temen ku Kami sambil tidur-tidur ran dan menikmati Jambu yang masak itu
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai kuku nenek lampir
Baca
+Pustaka
Kakakku Yang Berengsek

Kakakku Yang Berengsek

Renata hanya mengangkat pundaknya secara bersamaan sebagai jawaban, lalu duduk di samping Nina. ░░️░░️░ 12:12 - "Kantin yuk!" ajak Kiara. "Tapi, gimana sama anak itu?" tanya Nina sambil menunjuk Rexi dengan dagunya. "Masih ngebo. Gimana dong?" tanya Nina. "Tinggalin aja, sih. Kenapa susah banget? Nanti dia nyusul juga kok," sahut Renata ketus. "Ya udah, ayo!" ajak Nina.
9.77.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 277 kali sebagai kuku nenek lampir
Baca
+Pustaka
Leona Sweet Secretary (Indonesia)

Leona Sweet Secretary (Indonesia)

ucapku. “Oh, buat mama kamu doang, buat nenek enggak?. Kalau kamu nggak peduli sama nenek, kenapa nggak usir aja nenek dari rumah ini?” Sindir nenekku menghampiri. Aku mendesah berat, jangan lagi ada perdebatan. Aku lelah kan. “Buat nenek juga nek, kan ini cukup banyak nek” ucapku tenang. Nenek memanyunkan bibirnya, kesal padaku “Hah, itu karena udah nenek tegur. Coba kalau enggak, mana mungkin kamu ingat nenek. Beginilah nasib kalau udah tua” gerutu nenek.
107.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 250 kali sebagai kuku nenek lampir
Baca
+Pustaka
Video Pernikahan Papa

Video Pernikahan Papa

Seketika ia mendelik karena mengingat sesuatu. "Jangan-jangan ini makanan ada racunnya ya? Atau ada peletnya?" Hampir saja ia memuntahkan makanan yang sudah masuk ke perut. Namun, setelah dipikir-pikir tak mungkin Angga melakukan itu. Apa yang mau dipelet dari seorang anak broken home seperti Sam? "Iya, pelet Nek Lampir. Makanan ini dari neneknya Enzy. Neneknya lampir, emaknya lampir, anaknya juga lampir. Gue nggak suka!"
1070.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai kuku nenek lampir
Baca
+Pustaka
Kakak Beradik 

Kakak Beradik 

Jadi, aku hanya bisa menyalakan lampu untuk mendapatkan rasa nyaman. Setelah Bibi Ratna berjalan keluar, mereka mulai mengemas barang-barangku. Ibuku membuka laci, hanya ada selembar foto di dalamnya. Itu adalah fotoku bersama Nenek. Saat itu, kami terlihat sangat bahagia. Nenek memelukku dan mencium wajahku. Sementara itu, aku tersenyum dan mataku bersinar. Setelah mengusap foto itu berulang kali, ibuku menghentikan tangannya di tahi lalatku. Tak lama kemudian, air matanya pun menetes.
9.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 205 kali sebagai kuku nenek lampir
Baca
+Pustaka
Luka Seorang Ibu Rumah Era 80-an

Luka Seorang Ibu Rumah Era 80-an

"Banyak orang khawatir kalau jadi ibu tiri itu sulit, tapi Lili bisa begitu akrab dengan Alan, jadi nggak perlu khawatir." Sam menatap Lina, lalu berkata dengan nada memerintah, "Lili ingin makan kue kurma, jangan keluyuran di luar. Cepat pulang dan kukus satu loyang." Lina tertegun dan memandangnya dalam diam. Semasa hidup, kakeknya paling menyukai kue kurma, sehingga Lina paling mahir membuatnya. Saat kakeknya meninggal, Lina menangis sampai rasanya hampir mau mati.
5.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai kuku nenek lampir
Baca
+Pustaka
BABI NGEPET di Kampungku

BABI NGEPET di Kampungku

Keluarga berduka telah usai dengan acara tahlilannya. Pak Badrun dan Bian membawa nasi berkat sepulang dari rumah Pak Zakaria. Cerita mengerikan itu kembali terceritakan. Bulu kuduk Bian seketika mengembang. Tiara yang duduk di hadapan televisi tabung yang volumenya dikecilkan itu tak bersuara, hanya menyimak sembari menekuk dua kakinya yang diselimuti sarung batik merah ati milik ibunya. Di samping Tiara ada sang ibu yang juga ikut menyimak, sementara dua lelaki di kursi saling menceritakan hal mistis yang kini menjadi trending di desa Tiara, yaitu siluman babi ngepet.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai kuku nenek lampir
Baca
+Pustaka
Mengharap Cinta Sepupuku

Mengharap Cinta Sepupuku

Kini wanita jahat itu tersenyum mengejek ke arah kakaknya seraya menjatuhkan bokongnya ke atas ranjang king size milik sang tuan rumah. "Aku tidak takut padanya Glad. Kau pikir ancaman dari mertuamu itu bisa memisahkan aku dengan Nathan Hem? Itu hanya sia-sia saja!" Ucapnya dengan ponggahnya. Lalu ia memainkan kuku-kuku jarinya yang baru di beri pewarna merah itu. "Benarkah? Jadi sekarang kalian sudah bermain terang-terangan ya?"
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai kuku nenek lampir
Baca
+Pustaka
Istri Bayangan

Istri Bayangan

kataku. Dia mengangguk. Kakiku meninggalkan pria yang masih duduk di pantry dengan segelas kopi. Ya, setidaknya itu yang aku lihat tadi. Ketika berjalan menuju ruangan editorial, aku berpapasan dengan nenek lampir itu. Gayanya masih congkak. Heels yang tinggi dan lipstick merah menyala. Oke, sekarang drama apa yang akan dia bicarakan. “Gue pengen ngomong!” ucapnya.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai kuku nenek lampir
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status