SURAT WASIAT NENEK
Dalam sebuah kamar, Nenek Sasmita belum juga memejamkan matanya, kegelisahan menghampiri jiwanya, seakan firasat telah menyemati dirinya, di ambilnya secarik kertas putih, jemarinya mulai menulis, kata demi kata.
Teruntuk Cucuku Tersayang,
Cucuku...maafkan Nenek, karena Nenek tidak selamanya bisa menemanimu, bukan karena Nenek tidak mencintaimu, tapi ketetapan hidup sudah tergaris di setiap takdir manusia, Nenek sangat menyanyangimu...Cucuku. Bila Nenek pergi lebih dulu, maafkan Nenek, dan jaga dirimu baik - baik, ingat pesan Nenek, segeralah mencari pendamping hidup, carilah di titik terendahmu, tinggalkan sementara kekayaanmu, agar kejadian seperti Kaila tidak terulang, Nenek mengerti, per