Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan
Namun, sekitar dua puluh meter menjorok ke dalam gang, di balik pagar tanaman teh-tehan yang menahan invasi debu, warung terpal biru Sulastri berdiri kokoh di pelataran rumah Pak Kadir.
Pagi itu, pelanggan Geco Bu Lastri berubah wajah.
Separuh bangku kayu panjang itu kini tak lagi diisi bapak-bapak bersarung, melainkan pria-pria berbadan liat dengan kaus lusuh basah keringat dan rompi hijau stabilo kotor. Sepatu bot karet mereka meninggalkan jejak lumpur kering di lantai semen. Mereka adalah kuli bangunan dari luar kota, tenaga kasar yang didatangkan khusus untuk meratakan bukit Handoyo.