40 Hari Setelah Kematian Bapak
"Mulailah dengan mendengar, Murni. Dengarkan mereka, pahami rasa sakit mereka, dan temukan sumber dari penderitaan mereka. Dengan begitu, kau akan tahu apa yang harus dilakukan."
Murni memejamkan matanya lagi, kali ini mencoba lebih fokus pada suara-suara itu. Bisikan-bisikan itu semakin jelas, namun masih sulit dimengerti. Salah satu suara, lebih nyaring dari yang lain, membuatnya tersentak.
"Kunci... kunci itu... ada di tanah merah..."
"Tanah merah?" Murni membuka matanya, menatap Raharjo dengan bingung. "Apa maksudnya?"
Capítulos em Alta